Senin, 01 Februari 2016

Boeing Menangi Kontrak Pembuatan Pesawat Kepresidenan AS


 
news.com.au Air Force One dengan disain khusus bisa mengitari sepertiga dunia tanpa harus mengisi ulang bahan bakar.

WASHINGTON, CB - Perusahaan manufaktur aviasi Boeing Co memenangkan kontrak untuk melakukan pembuatan armada pesawat kepresidenan AS atau Air Force One terbaru.

Menurut pernyataan Pentagon, pesawat kepresidenan baru ini akan didasarkan pada model pesawat jumbo jet Boeing 747-8.


Angkatan Udara AS memberikan Boeing kontrak perdana senilai 25,8 miliar dollar AS kepada Boeing untuk mengurangi risiko dan menurunkan biaya pembuatan.

Pentagon menyebutkan, caranya adalah dengan melihat untung-rugi antara persyaratan dengan desain Air Force One terbaru.

Rincian mengenai total nilai kontrak baru tersebut belum dipublikasikan. Namun, pihak Angkatan Udara AS menyatakan kisaran nilai kontrak kepada Boeing mencapai 1,65 miliar dollar AS untuk mengganti dua armada pesawat jet.

Angkatan Udara AS pertama kali mengumumkan pada Januari 2015 bahwa Boeing 747-8 akan digunakan untuk menggantikan dua unit pesawat Air Force One yang saat ini dipakai oleh Presiden AS.

Air Force One sendiri merupakan simbol negara AS yang paling kasat. Angkatan Udara AS kini mengoperasikan dua unit pesawat VC-25 sebagai Air Force One, yang secara khusus merupakan konfigurasi pesawat Boeing 747-200B.

Pesawat tersebut sudah hampir mengakhiri masa pakai 30 tahunnya.

Boeing 747-8 adalah pesawat jet komersial 4 mesin yang memberikan ekstra marjin keselamatan penerbangan dibandingkan pesawat 2 mesin standar.

Pekan lalu, Boeing menyatakan akan memangkas produksi armada 747-8 hingga separuhnya pada September 2016 karena penurunan penjualan.




Credit  KOMPAS.com