Selasa, 29 Desember 2015

Rusia Pamerkan Kapal Perang Penghancur di Tanjung Priok


Rusia Pamerkan Kapal Perang Penghancur di Tanjung Priok Rusia memiliki lima kapal perang penghancur. Salah satunya bersandar di Tanjung Priok, Jakarta, selama lima hari. Ini kapal perusak di garis terdepan Angkatan Laut Rusia. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
 
Jakarta, CB -- Destroyer Bystry milik Angkatan Laut bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berlabuhnya kapal perang tipe penghancur milik negara ahli waris Uni Soviet itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan militer Rusia terutama di Asia Tenggara.

Kehadiran kapal perang Bystry di Indonesia, kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin, merupakan wujud keharmonisan kerja sama militer di antara kedua negara. Destroyer Bystry berada di Tanjung Priok selama lima hari, sejak Natal pekan lalu hingga hari ini, Selasa (29/12).

"Kami ingin mempertahankan kerja sama yang selama ini dijalin Rusia dengan Indonesia. Kehadiran Bystry merupakan wujud dari intensitas komunikasi yang terus kami bangun," ujar Galuzin di atas kapal Bystry, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Galuzin tidak merinci kerja sama militer RI-Rusia yang dia maksud. Namun salah satunya, menurut Galuzin, adalah akan adanya latihan perang gabungan tahun depan di antara kedua negara yang berfokus pada teknik komunikasi dan strategi perang.

Senjata di atas geladak kapal perusak milik Angkatan Laut Rusia, Bystry, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Kapal perang Bystry merupakan kapal perusak garis depan milik Angkatan Laut Rusia. Kapal perang itu termasuk dalam tipe kapal perusak (destroyer) Sovremenny Class.

Selain berperan sebagai anti kapal perang, kapal perusak rudal itu juga mampu berperan sebagai pertahanan udara dan antiserangan kapal selam bagi kapal perang dan kapal angkut yang berada di bawah pengawalannya.

Selain Bystry, ada empat kapal perusak Sovremenny Class lainnya yang dimiliki Rusia, yaitu Gremyashchiy (Armada Utara), Bespokoyny (Armada Baltik), Nastoychivy (Armada Baltik), dan Admiral Ushakov (Armada Utara).

"Kami juga membuka pintu sebesar-besarnya bagi pemerintah Indonesia dalam hal pengadaan alat utama sistem persenjataan. Jika Indonesia membutuhkan, kami siap menyiapkan," kata Galuzin.

Indonesia selama ini membeli sejumlah alutsista dari Rusia. Salah satu yang terbaru ialah jet tempur Sukhoi Su-35. Pengadaan Su-35, menurut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna, telah ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu.


Credit  CNN Indonesia