Kamis, 30 April 2015

Turki Dituduh Lakukan Agresi ke Suriah

Sisa bangunan akibat pengeboman yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al Assad. (Foto : Reuters)
Sisa bangunan akibat pengeboman yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al Assad. (Foto : Reuters)
DAMASKUS   (CB) – Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh Turki memberikan bantuan logistik dan persenjataan yang mendukung keberhasilan koalisi pemberontak Al Fatah untuk merebut Kota Idlid dan kota strategis Jisr al Shughour.
“Serangan kelompok teroris terhadap Kota Idlib dan Jisr al Shogour, dilakukan dengan bantuan logistik dan militer dari tentara Turki. Ini adalah agresi secara langsung dari Turki terhadap Suriah,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Ngeri Suriah yang dikutip Russia Today, Kamis (30/4/2015).
Direbutnya Kota Idlib dan Jisr al Sughour oleh pasukan pemberontak bulan lalu semakin memberikan kemunduran bagi pasukan Pemerintah Suriah. Senin 26 April 2015, pemberontak Al Fatah yang merupakan gabungan dari beberapa kelompok pemberontak berhasil merebut sebuah markas pasukan Presiden Bashar al Assad dan semakin mendekati kota pelabuhan Latakia.
Sang presiden sendiri menuduh Arab Saudi dan Qatar ikut membantu pasukan pemberontak untuk menjatuhkan dirinya. “Faktor utama (direbutnya Idlib) adalah bantuan besar yang datang dari Turki berupa bantuan logistik, dan militer, serta tentu saja bantuan finansial dari Arab Saudi dan Qatar,” kata Presiden Assad. Semua tuduhan yang dilayangkan Suriah kepada Turki sejauh ini telah dibantah oleh pihak Ankara.
Konflik Suriah yang telah berlangsung sejak 2011 telah menelan korban jiwa sebanyak 22.000 orang. Konflik itu bermula dari demonstrasi-demonstrasi antipemerintah yang meningkat menjadi pemberontakan melawan rezim yang dipimpin Presiden Bashar al Assad.


Credit  Okezone