Selasa, 28 April 2015

Daftar WNI di Nepal yang Selamat & yang Belum Jelas


Daftar WNI di Nepal yang Selamat yang Belum Jelas
Puluhan WNI di Nepal selamat dari musibah gempa, namun ada beberapa yang belum jelas karena tidak bisa dikontak. | (Reuters)
 
 
JAKARTA   (CB) - Gempa dahsyat 7,8 SR di Nepal pada Sabtu pekan lalu dan diperparah dengan gempa-gempa susulan telah merenggut lebih dari 4 ribu jiwa pada Selasa (28/4/2015). Puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di Nepal sudah diketahui dalam kondisi selamat, namun ada beberapa yang belum jelas nasibnya karena tidak bisa dikontak.

Kementerian Luar Negeri dalam rilisnya yang diterima Sindonews, telah merinci beberapa WNI yang ada di Nepal. Berikut daftar WNI yang selamat dan WNI yang belum jelas nasibnya;

12 WNI menetap di Nepal yang selamat dan bisa dihubungi

1. Diah Ismaya
2. Winarti Karyono
3. Samini
4. Evi Nurlaila Ana
5. Fitri Rosdiana
6. Aprieri Dwi
7. Maya Apriyani
8. Ariani Hasanah
9. Wayan Kushle
10. Freddy Lawrens (berada di Jakarta)
11. Grace Tarigan (berada di Jakarta)
12. Ni Putu Purniawati (berada di Dubai)

6 WNI menetap di Nepal yang belum dapat dihubungi
1. Ari Isyanawati
2. Maria E. Putuhena
3. Toyibah
4. Parsiah Majudi
5. Purwanti
6. Ni Komang Widiasih

29 WNI visiting di Nepal yang selamat dan bisa dihubungi

1. Ahmad Taufan Damanik
2. Esther Indriani
3. Laura Hukom
4. Dhiana Anggraeni
5. Emmy Lucy
6. Tessy Ananditya
7. Sapta Hudaya
8. Nuri Arunbiati
9. Virgo Dirgantara
10. Handri Ramdhani
11. Nicko Ronny
12. Ong Kim Han
13. Yanti
14. Sri Purna Widari
15. Fadli Andrian
16. Yospina Opang
17. Agustina Soleh
18. Muhammad Insan Kamil
19. Cecilia Enny
20. dr. Meinardi Mastur
21. dr. Ahmad Novel
22. dr. Prabudi
23. dr. Eko Prasetyo
24. Gama Wardhani
25. Lewis Cassidy
26. Hafid Zulkarnaen
27. Kusumorini Susanto
28. Ardyan Hafizh
29. Sutansyah Marahakim

7 WNI visiting di Nepal yang belum dapat dihubungi
1. Alma Parahita
2. Kadek Andana
3. Jeroen Hehuwat
4. Hendry Renaldo
5. Dewi Pancaringtyas Asih
6. Rainul Ria
7. NN (WNI teman dari Rainul Ria)


Credit  SINDOnews