Kamis, 02 Agustus 2018

Wapres AS Mike Pence Terima 55 Jasad Tentara AS dari Korut


Wapres AS Mike Pence Terima 55 Jasad Tentara AS dari Korut
Wapres AS Mike Pence. (REUTERS/Beawiharta)



Jakarta, CB -- Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyambut 55 peti jenazah yang diyakini berisi jasad tentara AS yang tewas saat Perang Korea di Pangkalan Udara Pearl Harbor-Hickam, Honolulu, Hawaii, Rabu (1/8).

Pence tampak tenang dengan tangan diletakkan di dada saat peti mati dijejerkan di depannya.

Puluhan pengusung jenazah mewakili Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, menurunkan peti dua0dua dari pesawat militer C-17. Musik militer di latar belakang, massa berkumpul di hanggar berdiri saat peti jenazah melints.


Dilansir CNN, sebelum upacara dimulai, Wapres Pence menyebut pemulangan jenazah tersebut sebagai 'wujud nyata upaya kita untuk mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.


"Saya tahu Presiden Trump bersyukur bahwa Ketua Kim memenuhi kata-katanya dan yang kita lihat hari ini adalah kemajuan nyata dalam upaya mencapai perdamaian di Semenanjung Korea," kata Pence.

"Tapi hari ini baru awal. Upaya kita tidak akan tuntas hingga seluruh pahlawan kita dipulangkan. Biarlah para pahlawan yang dipulangkan hari ini akan membuka jalan bagi pemulangan yang lainnya di masa depan," kata dia.

Menurut Pence, dia merasa terhormat Presiden Donald Trump memintanya untuk hadir dalam acara itu. Bagi Pence, acara itu memiliki makna sangat personal.


"Ayah saya adalah veteran tentara di Korea. Setiap kali seseorang menyebut kata 'pahlawan', ayah saya selalu bilang, 'para pahlawan adalah mereka tidak dapat pulang'. Jadi, berada bersama mereka dengan pengorbanan keluarga untuk membela kemerdekaan kita, kemerdekaan Korea Selatan, saya merasa terhormat," kata dia.

Dua anggota keluarga tentara AS yang hilang dalam Perang Korea, Diana Brown Sanfilippo dn Rick Downes ikut dalam rombongan presiden di pesawat Air Force Two.

Ayah Sanfilippo tiada dalam Perang Korea sejak dia berusia empat tahun. Berkat sang ayah, dia terinspirasi untuk menjadi pilot pesawat P-51, jenis pesawat yang sama diterbangkan sang ayah ketika terkena tembakan Korea Utara.

Adapun ayah Downes adalah operator radar pesawat pengebom B-26. Dia baru berusia dua tahun saat ayahnya ikut Perang Korea dan tidak pernah kembali.


Downes pergi ke Korea Utara pada 2016 untuk menekan agar pemerintah Kim Jong-un memulangkan jenazah tentara AS yang hilang selama Perang Korea.

Pemulangan jasad tentara AS adalah bagian kesepakatan Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pertemuan di Singapura.

Jasad ke-55 tenara akan diperiksa oleh ilmuwan Kementerian Pertahanan di laboratorium Pangkalan AS Pearl Harbour. Laboratoriun itu menggunakan antropologi forensik, odontologi, DNA dan metode ilmiah lain untuk mengidentifikasi jasad tentara AS yang dipulangkan Korut tersebut.




Credit  cnnindonesia.com