Kamis, 16 Agustus 2018

Trump Cabut Izin Keamanan Eks Bos CIA karena Kelewat Kritis


Trump Cabut Izin Keamanan Eks Bos CIA karena Kelewat Kritis
Direktur CIA era Presiden Barack Obama, John Brennan. Izin keamanannya dicabut Presiden Donald Trump karena terlalu kritis pada pemerintah. Foto/REUTERS

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencabut izin keamanan Direktur CIA era Presiden Barack Obama, John Brennan. Itu sebagai hukuman Trump untuk mantan bos intelijen tersebut karena terlalu mengkritik pemerintah yang sekarang.

Keputusan pencabutan izin keamanan untuk Brennan disampaikan juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, hari Rabu waktu Washington. Dalam pengumumannya, Sanders mengatakan bahwa dia juga sedang mengevaluasi apakah mantan pejabat tinggi lainnya yang mengkritik pemerintah Trump harus memiliki izin keamanan atau tidak.

"Secara historis mantan kepala intelijen dan lembaga penegak hukum telah diizinkan untuk mempertahankan akses ke informasi rahasia setelah layanan mereka ke pemerintah (berakhir), sehingga mereka dapat berkonsultasi dengan penerus mereka," kata Sanders membacakan pernyataan Trump.

"Pada titik ini di administrasi saya, manfaat apa pun yang dapat diperoleh para pejabat senior dari konsultasi dengan Brennan kini kalah dengan risiko yang ditimbulkan oleh perilaku dan tingkah lakunya yang tidak menentu," lanjut pernyataan Trump.

"Hukuman" dari Trump itu muncul sehari setelah Brennan mengecam sikap Presiden Trump yang dianggap melanggar norma kesopanan ketika merespons tuduhan mantan staf Gedung Putih Omarosa Manigault Newman dalam sebuah buku.

"Mengherankan seberapa sering Anda gagal untuk memenuhi standar kepatutan, kesopanan, dan kejujuran. Sepertinya Anda tidak akan pernah mengerti apa artinya menjadi presiden, atau apa yang dibutuhkan untuk menjadi orang yang baik, layak, dan jujur. Jadi mengecewakan, sangat berbahaya bagi bangsa kita," tulis Brennan.

Trump, tanpa menyebutkan komentar khusus yang dibuat oleh Brennan, mengatakan bahwa mantan pemimpin CIA itu telah terlibat dalam "komentar hiruk pikuk" dan telah berusaha untuk menabur perpecahan dan kekacauan tentang administrasi Trump.

"Brennan baru-baru ini memanfaatkan statusnya sebagai mantan pejabat tinggi dengan akses ke informasi yang sangat sensitif untuk membuat serangkaian tuduhan tak berdasar dan keterlaluan, semburan liar di internet dan televisi tentang administrasi ini," kata Trump, seperti dikutip Reuters, Kamis (16/8/2018).

Brennan, dalam sebuah tweet, mengatakan bahwa dia tidak akan mundur.

"Tindakan ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas oleh Trump untuk menekan kebebasan berbicara dan menghukum para kritikus. Ini harus sangat mengkhawatirkan semua orang Amerika, termasuk para profesional intelijen, tentang harga untuk berbicara. Prinsip saya lebih berharga daripada kelonggaran. Saya tidak akan menyesal," kata Brennan.

Trump mengatakan, dia kemungkinan juga mencabut izin keamanan dari kritikus lain, termasuk mantan direktur intelijen nasional AS James Clapper, mantan Direktur FBI James Comey, mantan penasihat keamanan nasional Obama; Susan Rice, mantan direktur Badan Keamanan Nasional Michael Hayden dan mantan wakil Jaksa Agung Sally Yates. 




Credit  sindonews.com