Jumat, 13 Juli 2018

Nyatakan Putin Bukan Musuh, Trump Picu Kegaduhan di AS


Nyatakan Putin Bukan Musuh, Trump Picu Kegaduhan di AS
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto/REUTERS/File Photo

WASHINGTON - Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin bukan musuh telah memicu kegaduhan di kalangan politisi Amerika Serikat (AS). Para senator Amerika kesal dan mencela sikap lembut Trump terhadap pemimpin Kremlin.

Presiden Trump pada hari Kamis kemarin menyatakan bahwa Putin hanya pesaing dan bukan musuh. Komentar itu diyakini sebagai strategi untuk melancarkan pertemuannya dengan Presiden Rusia tersebut di Helsinki beberapa hari mendatang.

"Putin bukan teman Amerika, juga bukan pesaing. Putin adalah musuh Amerika, bukan karena kami berharap begitu, tetapi karena dia telah memilih untuk menjadi (musuh)," kata Senator Republik John McCain dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Jumat (13/7/2018).

Senator McCain selama ini dikenal sebagai politisi anti-Rusia. Dia kerap mengkritik Trump karena sikapnya yang dianggap lembut terhadap Moskow.

"Terserah kepada Presiden Trump untuk meminta Putin bertanggung jawab atas tindakannya selama pertemuan di Helsinki," lanjut McCain."Kegagalan untuk melakukannya akan menjadi dakwaan serius dari kepemimpinan Amerika di dunia."

Para anggota parlemen AS menginginkan Trump, baik secara pribadi terhadap Putin maupun di depan publik, mengutuk tindakan Rusia dalam berbagai masalah, dugaan intervensi pemilu AS, krisis Ukraina dan krisis Suriah.

Kongres AS telah mengambil sikap anti-Rusia yang keras, di mana mereka hampir dengan suara bulat menyetujui undang-undang sanksi yang menargetkan Moskow pada tahun lalu. Tetapi anggota parlemen khawatir Trump akan gagal untuk mengambil sikap tugas pada Putin.

"Tujuan kami adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa komunitas bangsa-bangsa yang demokratis tidak bermaksud untuk menyetujui (tindakan) Putin atau melihat setiap otoriter lain dari dunia. Kami akan melawan agresi Rusia," kata Senator Demokrat Mark Warner dan Senator Republik Marco Rubio mengatakan tulisan opini di USA Today.

Senator Republik lainnya, Jeff Flake, mengkritik Trump karena komentar lembutnya terhadap Putin.

"Presiden Rusia adalah orang yang dididik dalam pengkhianatan dan spionase. Dia penjarakan dan bunuh lawan-lawannya, memimpin sebuah negara mafia dan dia adalah musuh demokrasi. Mengapa pertemuan dengan Putin lebih mudah daripada pertemuan dengan sekutu yang kita," kata Flake dalam pidatonya.  





Credit  sindonews.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar