Selasa, 01 Agustus 2017

Langka, Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr Temui Putra Mahkota Saudi


Langka, Ulama Syiah Irak Moqtada al-Sadr Temui Putra Mahkota Saudi
Ulama Syiah Irak, Moqtada al-Sadr, bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah, Minggu (30/7/2017). Foto/Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/REUTERS


RIYADH - Ulama Syiah berpengaruh di Irak, Moqtada al-Sadr, melakukan kunjungan langka ke Arab Saudi. Dia melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan pejabat lainnya.

Pertemuan langka itu berlangsung hari Minggu di Jeddah dan dirilis kantor berita negara Saudi, SPA, Senin (31/7/2017).

Irak berada di garis patahan antara kekuatan Syriah Iran dan negara-negara kekuatan Sunni yang selama ini terlibat konflik sektarian. Iran dan Saudi sendiri hingga kini masih berseteru setelah kedua negara memutuskan hubungan diplomatik beberapa bulan lalu.

Irak dan Arab Saudi pada bulan lalu mengumumkan bahwa mereka membentuk dewan koordinasi untuk meningkatkan hubungan strategis sebagai bagian dari usaha untuk menyembuhkan hubungan yang bermasalah di antara tetangga Arab.

Arab Saudi telah membuka kembali kedutaan besarnya di Baghdad pada tahun 2015 setelah 25 tahun vakum. Pada bulan Februari, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir juga melakukan kunjungan langka ke Baghdad.

Al-Sadr, merupakan ulama Syiah Irak yang terkenal anti-Amerika. Dia memiliki pengikut besar di Baghdad dan kota-kota selatan Irak termasuk kelompok Saraya al-Islam atau dikenal sebagai Milisi Brigade Perdamaian.

Ulama Syiah juga pernah membuat seruan mengejutkan, yakni meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad lengser. Padahal, para milisi Syiah di Timur Tengah, terutama dari Iran dan Libanon dikenal sebagai loyalis Assad.

Menurut laporan SPA, al-Sadr bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk mendiskusikan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. 




Credit  sindonews.com