MOSKOW (CB) – Insiden penembakan pesawat Sukhoi Su-24 milik Rusia
oleh militer Turki menimbulkan ketegangan antara kedua negara. Namun,
apa sebenarnya Sukhoi Su-24? Berikut ini Okezone ulas mengenai pesawat tersebut.
Sukhoi Su-24 yang memiliki julukan ‘Pemain Anggar (Fencer)’ adalah pesawat tempur jenis bomber segala cuaca yang dikembangkan pada era Uni Soviet. Pesawat ini memiliki mesin ganda dan dua kursi yang berdampingan untuk kru di atas pesawat.
Sukhoi Su-24 memiliki ketinggian batas penerbangan 11.000 meter dari permukaan tanah. Kecepatan maksimal pesawat bomber ini adalah 1.35 mach.
Dikabarkan ini adalah pertama dari Uni Soviet yang menggunakan sistem navigasi digital. Hingga saat ini masih digunakan oleh Angkatan Udara (AU) Rusia, Ukraina, dan berbagai negara yang membeli pesawat ini.
Sukhoi Su-24 sendiri dipersenjatai dengan Gsh-6-23 Cannon dengan maksimal isi 500 amunisi yang diletakkan di rangka pesawat. Senjata ini memiliki semacam penutup yang akan menutup bila Gsh-6-23 Cannon itu tidak digunakan. Beberapa Su-24 sendiri memiliki beragam senjata nuklir.
Sukhoi Su-24 yang memiliki julukan ‘Pemain Anggar (Fencer)’ adalah pesawat tempur jenis bomber segala cuaca yang dikembangkan pada era Uni Soviet. Pesawat ini memiliki mesin ganda dan dua kursi yang berdampingan untuk kru di atas pesawat.
Sukhoi Su-24 memiliki ketinggian batas penerbangan 11.000 meter dari permukaan tanah. Kecepatan maksimal pesawat bomber ini adalah 1.35 mach.
Dikabarkan ini adalah pertama dari Uni Soviet yang menggunakan sistem navigasi digital. Hingga saat ini masih digunakan oleh Angkatan Udara (AU) Rusia, Ukraina, dan berbagai negara yang membeli pesawat ini.
Sukhoi Su-24 sendiri dipersenjatai dengan Gsh-6-23 Cannon dengan maksimal isi 500 amunisi yang diletakkan di rangka pesawat. Senjata ini memiliki semacam penutup yang akan menutup bila Gsh-6-23 Cannon itu tidak digunakan. Beberapa Su-24 sendiri memiliki beragam senjata nuklir.
Dilaporkan, varian Sukhoi Su-24 yaitu Su-24M dan 24 MK
memiliki dua atau empat misil yang memiliki inframerah R-60 yang
memudahkan misil tersebut mengenai target. Namun saat ini Su-24 M sudah
menggunakan misil yang dilengkapi laser untuk mendapatkan presisi yang
lebih baik untuk menghantam target dan dapat menyerang dengan jangkauan
yang lebih luas.
Su-24 M sendiri sudah memiliki teknologi pengisian bahan bakar di udara, jadi tanpa perlu mendarat di markas untuk mengisi ulah bahan bakar. Sukhoi jenis ini ketika terbang dapat dihubungkan dengan pesawat tanker sehingga memudahkan pengisian bahan bakar.
Rusia sendiri meluncurkan Sukhoi Su-24M di operasi militer Suriah karena memiliki kemampuan untuk melancarkan misil jarak jauh. Varian Sukhoi inilah yang ditembak jatuh oleh AU Turki di perbatasan Suriah-Turki.
Credit Okezone
Su-24 M sendiri sudah memiliki teknologi pengisian bahan bakar di udara, jadi tanpa perlu mendarat di markas untuk mengisi ulah bahan bakar. Sukhoi jenis ini ketika terbang dapat dihubungkan dengan pesawat tanker sehingga memudahkan pengisian bahan bakar.
Rusia sendiri meluncurkan Sukhoi Su-24M di operasi militer Suriah karena memiliki kemampuan untuk melancarkan misil jarak jauh. Varian Sukhoi inilah yang ditembak jatuh oleh AU Turki di perbatasan Suriah-Turki.
Credit Okezone