Selasa, 24 November 2015

DUA JEMPOL! TNI AL Usir Kapal Tiongkok dari Natuna, Sampai Minta Maaf...


Ilustrasi kekuatan TNI AL. Foto: Ricardo/JPNN.com
Ilustrasi kekuatan TNI AL. Foto: Ricardo/JPNN.com



AKSI armada laut TNI sukses menggentarkan kapal asing di Perairan Natuna. Batas laut internasional di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) pun berhasil terjaga.
Panglima Kawasan Armada Barat RI Laksamana Muda (Laksda) TNI A. Taufiq mengatakan, baru-baru ini sebuah kapal milik Tiongkok melanggar wilayah ZEE. Spontan, merasa terpanggil membela kedaulatan NKRI, TNI AL langsung melakukan pengusiran. 
"Pemilik kapal itu pun dipaksa menyampaikan permintaan maaf. Ya, kami memang sedang fokus di wilayah Natuna, di sana ada kapal Tiongkok yang masuk di wilayah ZEE kita. Karena melanggar, mereka akhirnya kami usir dan meminta maaf," ujar Taufiq seperti dikutip dari JawaPos.com, Senin (23/11).
Kawasan ZEE kini memang tengah mendapat perhatian. Terlebih setelah muncul pemberitaan klaim Tiongkok yang memasukkan sebagian wilayah perairan laut Kabupaten Natuna, ke dalam peta wilayah mereka.
Taufig juga mengungkap, selain di wilayah kawasan laut Natuna, TNI juga serius memberantas aksi kejahatan dan kriminal di Selat Malaka, yang dinilai sebagai wilayah laut paling rawan di dunia.

Credit  JPNN


Armada Laut RI Berhasil Usir Kapal Tiongkok Dari Laut Natuna


CB - Ancaman pelanggaran batas laut internasional di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), tepatnya di perairan Natuna, terus mendapat perhatian khusus.
Panglima Kawasan Armada Barat RI Laksamana Muda (Laksda) TNI. A. Taufiq menegaskan, armada laut RI tidak akan gentar mengusir siapa saja yang melanggar ZEE.
Yang terbaru, sebuah kapal milik Tiongkok diketahui masuk wilayah ZEE. Kontan saja armada TNI AL langsung melakukan pengusiran.  Pemilik kapal itupun dipaksa menyampaikan permintaan maaf.
''Kita sedang fokus di wilayah Natuna, di sana ada kapal Tiongkok yang masuk di wilayah ZEE kita. Karena melanggar, mereka akhirnya minta maaf kepada kita'',  kata Taufiq dalam kunjungan kerjanya ke Simeulue, kemarin (22/11).
Selain di wilayah kawasan laut Natuna, Taufiq mengatakan armada TNI AU juga tengah serius memberantas aksi kejahatan dan kriminal di Selat Malaka, yang dinilai sebagai wilayah laut paling rawan di dunia.
Kawasan ZEE kini memang tengah mendapat perhatian. Terlebih setelah muncul pemberitaan klaim Tiongkok yang memasukkan sebagian wilayah perairan laut Kabupaten Natuna, ke dalam peta wilayah mereka.

Sebelumnya Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq memastikan Tiongkok tidak memasukkan Pulau Natuna dalam nine dotted lines (9 garis putus-putus) dalam petanya.
"Tiongkok tidak pernah mengklaim Pulau Natuna dan telah berkali-kali menyatakan bahwa pulau ini milik Indonesia," tegasnya.
‎Dia menyebut dalam peta Tiongkok ‎garis putus-putus yang memanjang ke jantung maritim Asia Tenggara tidak menyentuh Pulau Natuna. Namun di sekitar Natuna.
"Tapi Tiongkok tidak pernah menjelaskan apa makna garis itu. Mungkin Tiongkok sendiri kesulitan untuk memaknai garis ini," terangnya.
Andaikata Tiongkok mengklaim garis itu sebagai batas terluar maritimnya (batas ZEE atau batas landas kontinen), maka jelas garis itu tidak berdasarkan hukum internasional. Sebab, garis batas maritim harus ditarik dan diukur dari daratannya. "Indonesia sudah protes soal ini," ucap Mahfudz

Credit  Jawapos.com