Rabu, 25 November 2015

Pertama Kali dalam Enam Dekade Jet Rusia Ditembak Negara NATO


Pertama Kali dalam Enam Dekade Jet Rusia Ditembak Negara NATO  
Turki menjadi negara anggota NATO pertama yang menembak jatuh jet tempur Rusia dalam enam dekade terakhir. (Reuters/Reuters TV/Haberturk)
 
Jakarta, CB -- Turki menjadi negara anggota NATO pertama yang menembak jatuh jet tempur Rusia dalam enam dekade terakhir. Sebelumnya, insiden ini terjadi pada tahun 1950-an saat berlangsungnya Perang Dingin antara blok Barat dan Timur.

NATO melakukan rapat darurat usai jet Su-24 Rusia ditembak jatuh F-16 Turki di dekat perbatasan Suriah. Baik NATO dan Dewan Keamanan PBB mencoba meredam ketegangan yang mungkin timbul akibat insiden itu.


Presiden Rusia Vladimir Putin berang dengan mengatakan bahwa Turki adalah sekutu teroris yang menikam mereka dari belakang. Putin menegaskan insiden ini akan ada konsekuensinya. Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkeras perbatasan mereka telah dilanggar beberapa kali dan langkah itu sudah tepat.

Ini adalah kali pertama negara anggota NATO menembak jatuh pesawat Rusia sejak terjadinya Perang Korea di tengah Perang Dingin tahun 1950-an. Saat itu pesawat Soviet yang beroperasi diam-diam bersama China dan Korea Utara ditembak jatuh oleh Amerika Serikat, juga anggota NATO.

Thomas Newdick, ahli penerbangan yang dikutip oleh The Telegraph, mengatakan saat itu Soviet hendak menyembunyikan keterlibatan armada udaranya dalam Perang Korea. Jet Soviet terbang dengan bendera China atau Korut, tapi pilotnya terdengar jelas berbicara dalam bahasa Rusia di radio panggil.

"Rusia awalnya berupaya menyembunyikan keterlibatan mereka. Namun peran China sangat jelas bagi mereka yang terlibat dalam perang tersebut," kata Newdick.

Dia juga mengatakan sempat beredar rumor pilot dan jet tempur Soviet berperang melawan Inggris dan Perancis dalam Krisis Suez, dan menggempur AS dalam Perang Vietnam. Namun rumor ini belum terbukti kebenarannya.

Tapi ini bukan kali pertama jet Rusia ditembak jatuh pesawat buatan Amerika Serikat, F-16. Sebelumnya tahun 1980-an, F-16 milik Pakistan menembak jatuh pesawat Soviet dalam perang di Afghanistan.

Sebaliknya, pesawat Rusia juga beberapa kali menjatuhkan jet AS. Salah satunya yang paling terkenal adalah jatuhnya pesawat CIA U2 dengan pilotnya Gary Powers pada tahun 1962 saat melakukan mata-mata di atas udara Soviet. Tahun 1980-an, pesawat militer Ru-8 milik AS yang terbak dari Turki ditembak di atas Armenia yang saat itu masih wilayah Soviet.

Dalam Perang Korea, sumber Uni Soviet mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh 1.100 hingga 1.300 pesawat buatan Amerika.

Jet Rusia yang saat ini terlibat dalam perang Suriah juga berisiko besar bentrok dengan jet koalisi AS yang terdiri dari Perancis, Inggris, Kanada dan negara-negara Arab. Sekitar 500 jet AS rawan bertemu pesawat tempur Rusia di udara Suriah. Pesawat Rusia juga dikenal bandel, kerap masuk ke wilayah negara lain.

Oktober lalu, AS dan Rusia sepakati perjanjian komunikasi darat untuk mencegah armada dua negara bentrok di udara.

Belum diketahui apa konsekuensi dari serangan Turki terhadap pesawat Rusia. Namun sebagai anggota NATO, Turki akan mendapatkan dukungan militer dari 27 negara aliansi Atlantik utara lainnya jika mendapati agresi dari negara lain.

Sejauh ini, baru hubungan diplomatik kedua negara yang terganggu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membatalkan kunjungan kenegaraan ke Turki dan mengimbau warganya untuk tidak mengunjungi negara itu.
Credit  CNN Indonesia