Rabu, 29 Juli 2015

NASA Ungkap Isi Suara Piringan Emas untuk Alien


NASA Ungkap Isi Suara Piringan Emas untuk Alien 
 Bentuk fisik Piringan Emas atau Golden Record yang disimpan pada wahana antariksa Voyager 1 dan Voyager 2 yang diluncurkan pada 1977. Sejumlah Piringan Emas ini berisi gambar dan suara yang menunjukkan keanekaragaman makhluk hidup di Bumi. (Dok. NASA/JPL)
 
 
Jakarta, CB -- Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, kembali merilis isi suara dalam Golden Record atau Piringan Emas yang mereka simpan pada misi wahana antariksa nirawak Voyager 1 dan Voyager 2 dalam peluncuran di tahun 1977 silam.

Sejatinya Piringan Emas Voyager berisi suara-suara serta gambar-gambar terpilih untuk menunjukkan keanekaragaman makhluk hidup di Bumi. Konten pada Piringan Emas sebenarnya telah lama beredar di Internet, tapi kali ini NASA merilis suara-suara ucapan salam dari berbagai bahasa di media sosial SoundCloud pada Selasa, (28/7).


Totalnya ada 55 bahasa, mulai dari bahasa Indonesia sampai Inggris. Dalam bahasa Indonesia, terdengar suara pria mengucap "Selamat malam hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu."

Sementara dalam bahasa Inggris terdengar suara anak kecil pria mengatakan, "Hello from the children of planet Earth." Ucapan salam itu bisa didengarkan di tautan ini.

Piringan Emas Voyager juga menyimpan gambar struktur DNA manusia, anatomi tubuh, gambar jalan raya di Bumi, sampai suara musik pilihan dari berbagai budaya dan era. Ada pula suara alam seperti suara ombak, angin, guntur, dan suara binatang seperti paus dan burung.

Setiap rekaman dibungkus dalam jaket pelindung alumunium. Di atasnya terdapat bahasa simbolik untuk menjelaskan bagaimana benda itu dimainkan, serta ada petunjuk yang menjelaskan asal-usul wahana antariksa tersebut.


Dua wahana antariksa Voyager dirancang untuk melintasi planet Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, hingga ke luar tata surya menjelajahi antarbintang.

NASA membuat rekaman Piringan Hitam dengan harapan jika ada manusia atau alien di masa depan yang menemukannya, maka mereka bisa tahu asal-usul kehidupan di Bumi.

NASA memprediksi wahana Voyager meninggalkan tata surya pada tahun 1990 dan keduanya berada di luar orbit Pluto, di mana mereka mungkin akan menemukan sistem planet lain.



Credit CNN Indonesia