Kamis, 30 Juli 2015

Sejarah Blue Moon dan Letusan Gunung Krakatau

Letusan Krakatau pernah membuat bulan berwajah biru.

Sejarah Blue Moon dan Letusan Gunung Krakatau
Fenomena blue moon terlihat di Atahualpa Stadium in Quito, 30 Agustus 2012 (REUTERS/Gary Granja)
 
CB - Warga dunia pada akhir Juli tahun ini memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena langka, blue moon.

Fenomena tersebut, adalah penampakan bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Dalam Juli 2015, bulan purnama muncul pada 2 Juli lalu. Besok, 31 Juli akan muncul bulan purnama kedua yang disebut dengan blue moon.

Dilansir Space.com, Kamis 30 Juli 2015, jangan berharap penampakan blue moon adalah bulan purnama biru. Itu hanya istilah saja yang dipopulerkan untuk menyebut penampakan langka tersebut.

Dalam catatan sejarah, istilah blue moon telah digunakan dalam almanak petani Maine untuk menggambarkan bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Istilah blue moon kian populer, setelah majalah Sky & Telescope mempublikasikan tentang kesalahpahaman soal blue moon pada 1946 silam.

Namun, Space.com menuliskan, ada potensi penampakan bulan purnama langka itu mirip biru, jika ada erupsi vulkanik besar yang melepaskan berton-ton partikel di udara.

Dalam situsnya, NASA mencatat bulan ada blue moon yang muncul berwarna biru, yaitu saat ada letusan Gunung Krakatau pada 1883.

NASA mengatakan, pada saat itu orang-orang mengaku melihat blue moon hampir sepanjang malam, setelah Krakatau meletus.

Diketahui, saat Krakatau meletus, gunung itu berkekuatan 100 megaton bom nuklir. Abu vulkanik membumbung tinggi hingga atmosfer terluar dan memuat penampilan bulan dari

NASA menyebutkan, debu Krakatau memang menyebabkan penampilan bulan purnama saat itu menjadi biru. Sebab, debu tersebut berisi partikel seluas satu mikron, ukuran yang sama untuk gelombang panjang cahaya merah.

Partikel dengan ukuran spesial tersebut, secara kuat memancarkan cahaya merah dan saat debu itu melewati area penampakan bulan maka akan menghasilkan cahaya biru. NASA menyebutkan saat itu, awan Krakatau juga beraksi seperti saringan berwarna biru.

Penampakan bulan berwarna biru dilaporkan juga muncul pada 1983. Pada saat itu, orang-orang melihat bulan biru, setelah erupsi Gunung El Chichon, Meksiko. Laporan penampakan bulan biru juga dilaporkan akibat aktivitas Gunung St. Helens pada 1980 dan Gunung Pinatubo pada 1991.

Selain debu vulkanik, kebakaran hutan juga bisa membuat penampilan Bulan dari Bumi. Kasus ini pernah terjadi pada saat kebakaran danau raksasa di Alberta, Kanada pada September 1953.
Saat itu, awan asap kebakaran tersebut mengandung mikron yang seukuran tetesan minyak. Kondisi itu mengakibatkan penampilan matahari menjadi ungu dan buan menjadi biru di Amerika Utara sampai Inggris.



Credit  VIVA.co.id