Jumat, 24 Juli 2015

Berlusconi Klaim Ditawari Jabatan Menteri Ekonomi Rusia


AFP/LIVIO ANTICOLI 
 Mantan Perdana Menteri Italia sekaligus Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, menikmati perjalanan kereta api dari Roma ke Milan, Kamis (29/12/2012). Ia sempat dikabarkan akan menjual klubnya karena kesulitan ekonomi.

ROMA, CB - Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (23/7/2015), disebut akan menawarkan status warga negara dan jabatan menteri perekonomian kepada Silvio Berlusconi. Demikian disampaikan mantan perdana menteri Italia itu, Kamis (23/7/2015).

"Di Italia saya sudah disingkirkan, namun Putin mengatakan kepada saya bahwa dia menawarkan status warga negara dan memercayakan kementerian ekonomi kepada saya," kata Berlusconi seperti dikutip harian La Stampa.

"Masa depan saya? Menjadi menteri untuk teman saya, Putin," ujar politisi kontroversial berusia 78 tahun itu.

Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin tidak benar-benar menawarkan kedua hal itu kepada Berlusconi. Tawaran itu hanya sekadar bentuk dukungan untuk seorang kawan lama.

"Putin dan Berlusconi sudah lama bersahabat. Mereka selalu berhubungan. Mereka benar-benar bersahabat," ujar Peskov.

"Dalam kasus ini, pernyataan Putin seharusnya dilihat sebagai bentuk dukungan dan bukan tawaran resmi untuk menduduki sebuah jabatan resmi, yang tentu saja, tidak mungkin terlaksana," lanjut Peskov kepada kantor berita Interfax.

Berlusconi, tengah dihantam berbagai masalah hukum, termasuk vonis penjara selama tiga tahun karena terbukti menyuap seorang senator.

Awal tahun ini, Berlusconi menjalani kerja sosial sebagai hukuman penggelapan pajak yang dilakukannya. Namun, dia dinyatakan  tak bersalah dalam kasus berhubungan seksual dengan seorang penari di bawah umur bernama Ruby.

Putin dan Berlusconi memang dikenal sebagai sahabat karib dan saat Putin berkunjung ke Italia pada Juni lalu, Berlusconi menjanjikan partai yang dipimpinnya Forza Italia akan berusaha memperjuangkan pencabutan sanksi untuk Rusia.


Credit  KOMPAS.com