Rabu, 22 Juli 2015

Jepang Tuduh China Paksakan Klaim di Laut Sengketa


Jepang Tuduh China Paksakan Klaim di Laut Sengketa 
 Dalam laporan tahunan pertahanannya, Jepang menyebut China telah memaksakan klaim sepihak terhadap laut yang disengketakan dengan banyak negara. (Reuters/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative)
 
 
Tokyo, CB -- Pemerintah Jepang menyatakan bahwa China telah memaksakan klaim sepihak terhadap wilayah sengketa di Laut China Selatan, salah satunya dengan melakukan reklamasi pantai. Pernyataan Jepang ini disebut China bisa merusak perdamaian di kawasan.

Hal ini disampaikan Jepang dalam laporan pertahanan tahunan yang dirilis pada Selasa (21/7), seperti dikutip Channel NewsAsia. Menurut Jepang, China telah bertindak "sepihak dan tanpa kompromi" dalam mengklaim wilayah di Laut China Selatan.

Tokyo juga menyebut Beijing telah menciptakan "kekhawatiran di antara komunitas internasional" terkait perebutan wilayah laut.

"China terutama soal isu maritim, terus bertindak arogan, termasuk upaya pemaksaan untuk mengubah status quo dan mencoba melakukan tuntutan sepihak tanpa kompromi," tulis laporan pertahanan Jepang.

China terlibat sengketa laut dengan negara-negara Asia terkait wilayah Laut China Selatan, di antara dengan Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan. China belakangan memang gencar melakukan reklamasi untuk membangun pulau untuk landasan pacu dan pelabuhan militer.

Dengan Jepang, China juga bersengketa memperebutkan sebuah pulau di Laut China Timur, yang disebut Senkaku oleh Tokyo dan Diaoyu oleh Beijing. Pulau ini kini dikuasai Jepang namun China seringkali mengirim jet tempur dan kapal perang memasuki wilayahnya.

Jepang juga mengeluhkan pengeboran gas oleh China di perairan sengketa. Selain itu, Jepang juga mengaku khawatir dengan perluasan wilayah cakupan angkatan laut China di Pasifik.

"Jepang telah berkali-kali melancarkan protes terhadap perkembangan sepihak dari China dan menuntut dihentikannya tindakan tersebut," ujar laporan Jepang.

Reaksi keras China

Pernyataan Jepang itu membuat China naik pitam. Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa mereka laporan Jepang itu menyesatkan dan akan merusak hubungan dua negara.

"Tindakan ini menunjukkan sifat bermuka-dua dari kebijakan luar negeri Jepang dan memiliki dampak merusak terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik," ujar Kementerian Pertahanan China, dikutip Reuters.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mengatakan laporan Jepang telah mengabaikan fakta bahwa aktivitas maritim mereka telah sesuai dengan hukum internasional.

"Kami mendesak Jepang untuk tidak menciptakan ketegangan, memprovokasi dengan menyampaikan kontradiksi dan melakukan melakukan aktivitas yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas kawasan," kata Lu.


Credit  CNN Indonesia