Jumat, 31 Juli 2015

Setelah AS, Menteri Susi Dekati Eropa Bebaskan Bea Masuk


Setelah AS, Menteri Susi Dekati Eropa Bebaskan Bea Masuk  
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait evaluasi dan tindak lanjut penanganan ABK kapal asing di Benjina oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Jakarta, Rabu, April 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 
Jakarta, CB -- Usai pemerintah Amerika Serikat membebaskan bea masuk bagi produk perikanan Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kini berambisi mengejar pemerintah Eropa untuk memberikan fasilitas serupa.

"Yang lain kita harapkan Eropa secepatnya, dan saya lihat di luar negeri tren seafood kan sekarang sudah mulai ketat ya," ujar Susi saat ditemui usai menggelar acara silaturahmi di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7).

Sebelumnya pada Senin lalu (29/7) pemerintah Amerika Serikat (AS) membebaskan bea masuk produk perikanan asal Indonesia setelah Presiden AS Barack Obama dengan persetujuan senat menandatangani pembaharuan dan perpanjangan skema Generalized System of Preference (GSP).

Melalui skema tersebut sejumlah produk perikanan Indonesia, seperti kepiting beku, ikan sardin, daging kodok, ikan kaleng, lobster olahan, dan rajungan bebas masuk Negeri Paman Sam tanpa dikenakan pungutan impor. Apabila sebelumnya tarif bea masuk ke AS berkisar 0,5 – 15 persen, maka dengan kebijakan ini menjadi 0 persen.

Susi mengatakan kini pemerintah telah memberlakukan kebijakan ketat terhadap usaha penangkapan ikan. Menurutnya dengan komitmen pemerintah memberantas illegal fishing mampu menarik minat investor dan pembeli produk perikanan Indonesia, karena sudah dianggap sesuai standar pangan dunia.

"Jadi dengan kita tracking down illegal fishing, ya produk nanti yang legal hanya dari Indonesia.

Susi juga menargetkan ekspor ke Amerika tahun ini ekspor hasil produksi perikanan tangkap menjadi US$ 4-5 miliar. Namun ia mengatakan kebutuhan dalam negeri harus dicukupi terlebih dahulu.

“Yang pertama, karena ini pangan maka kita cukupin kebutuhan dalam negeri dan sisanya kita genjot buat ekspor. Saya yakin dengan Indonesia impor tarifnya nol, pasti akan banyak luar negeri juga mau investasi di sini," ujarnya.



Credit   CNN Indonesia