Senin, 06 November 2017

Raja Salman Rombak Kabinet Saudi


Raja Salman
Raja Salman


CB, JEDDAH -- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz merombak kabinet Saudi menyusul penahanan sejumlah pangeran dan pebisnis di negara tersebut.
Perombakan kabinet dilakukan dengan mengganti Menteri Garda Nasional Pangeran Miteb bin Abdullah bin Abdulaziz. Posisi Pangeran Miteb akan diisi Pangeran Khaled bin Ayyaf.

Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh Mohammed Al-Tuwaijri. Komandan Angkatan Laut Abdullah Al-Sultan juga dicopot dan digantikan oleh Fahad Al-Ghofaili.
Raja Salam juga telah menyerukan pembentukan komite anti korupsi (Nazaha) yang dikepalai Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman. Selain pangeran mahkota, Nazaha juga diisi oleh perwakilan keamanan publik, kejaksaan, dan otoritas investigasi.
''Tugas Nazaha adalah mengidentifikasi kasus pidana, baik oleh personal maupun institusi,'' demikian isi dekrit Raja Saudi seperti dikutip Arab News, Ahad (5/11).

Nazaha berwenang melakukan investigasi, menahan, mencekal, meminta informasi keterbukaan transaksi keuangan, membekukan akun dan portofolio, serta melacak aliran dana dan aset untuk mencegah pemindatanganan.

''Komite Anti-Korupsi berhak mengambil langkah pencegahan bila perlu, sampai mereka melimpahkan ke otoritas investigasi atau lembaga hukum terkait,'' tulis dekrit itu.
Badan ini juga boleh mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani mereka yang terlibat dalam korupsi publik dan mengambil hak pelaku atau lembaga yang terlibat korupsi, termasuk hak kepemilikan harta.



Credit  REPUBLIKA.CO.ID


Raja Salman Tunjuk Dua Menteri Baru


Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud


CB, RIYADH -- Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menunjuk dua menteri baru untuk memimpin bidang utama, keamanan dan ekonomi. Raja mencopot salah satu anggota terkemuka keluarga kerajaan dari jabatannya sebagai kepala Garda Nasional dan meningkatkan peran putra mahkota muda kerajaan tersebut.

Raja Salman juga mengumumkan pembentukan komite baru anti-korupsi, yang diketuai Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menurut televisi Al Arabiya, komite tersebut telah menahan 11 pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri. Namun nama tersangka itu tidak disebutkan.

"Dalam perombakan kabinet, Pangeran Miteb bin Abdullah, yang menjabat menteri Garda Nasional, diganti Khaled bin Ayyaf, sementara Menteri Perekonomian Adel Fakieh digantikan wakilnya, Mohammed al-Tuwaijri," kata keputusan kerajaan, yang dilaporkan media kerajaan.

Pangeran Miteb, yang merupakan pilihan almarhum Raja Abdullah, pernah dianggap sebagai pesaing utama takhta sebelum kenaikan tak terduga Pangeran Mohammed dua tahun lalu.

Ia mewarisi kendali Garda Nasional, sebuah pasukan keamanan elit internal terbentuk dari unit kesukuan tradisional, dari ayahnya, yang memimpin kendali selama lima dasawarsa. Pangeran Miteb adalah anggota terakhir cabang keluarga Abdullah yang memegang tingkat kedudukan atas dalam struktur kekuasaan Saudi.

Langkah tersebut menggabungkan kendali Pangeran Mahkota Mohammed atas lembaga keamanan kerajaan, yang telah lama dikepalai oleh cabang keluarga berbeda.

Pangeran Mohammed, putra raja berusia 32 tahun, sudah bertugas sebagai menteri pertahanan dan dinobatkan sebagai pewaris tahta pada perombakan Juni, menyingkirkan sepupunya yang lebih tua, Pangeran Mohammed bin Nayef yang juga menjabat sebagai menteri dalam negeri.

Ia bertanggung jawab pada saat bersamaan, dalam operasi Arab Saudi pada perang Yaman, mendikte kebijakan energi dengan dampak global, dibalik rencana kerajaan tersebut untuk membangun sebuah masa depan tanpa ketergantungan dengan minyak.

Pangeran Mohammed saat ini juga akan mengepalai badan antikorupsi baru, yang diberi perluasan wewenang untuk menyelidiki perkara, seperti mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pembatasan perjalanan, serta pembekuan aset.

"Tanah air tidak akan makmur kecuali tindak perkara korupsi telah dibasmi dan para pelaku korup bertanggung jawab atas perbuatannya," kata keputusan kerajaan tersebut.

Menteri perekonomian baru kerajaan itu, Tuwaijri, adalah mantan pilot angkatan udara Saudi dan mantan pemimpin pelaksana HSBC wilayah operasi Timur Tengah yang telah memimpin program kementerian ekonomi untuk memprivatisasi aset pemerintah dengan nilai sekitar 200 miliar dolar AS.

Ia menggantikan Fakieh, yang berpengaruh besar dalam reformasi ekonomi kerajaan itu sejak pengangkatannya menjadi menteri ekonomi dan perencanaan pada 2015.





Credit  REPUBLIKA.CO.ID



Arab Saudi tunjuk menteri ekonomi dan keamanan nasional


Arab Saudi tunjuk menteri ekonomi dan keamanan nasional
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammed bin Salman. (Handout via REUTERS)



Riyadh (CB) - Arab Saudi menunjuk menteri baru untuk dua posisi penting yang melibatkan keamanan dalam negeri dan ekonomi, demikian menurut televisi pemerintah pada Sabtu, mengutip sebuah keputusan kerajaan.

Pangeran Miteb bin Abdullah dibebaskan dari jabatannya sebagai Menteri Garda Nasional dan digantikan oleh Khaled bin Ayyaf, sementara Menteri Ekonomi Adel Fakieh digantikan oleh wakilnya Mohammed al-Tuwaijri.

Langkah tersebut mengkonsolidasikan kendali Putra Mahkota Mohammed bin Salman terhadap tiga institusi keamanan bersenjata, yang telah lama dikepalai oleh cabang keluarga kerajaan yang terpisah.

Keputusan kerajaan tersebut juga mengumumkan pembentukan komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Pangeran Mohammed, lapor Reuters.

Dalam beberapa jam setelah pengumumannya, televisi negara al-Arabiya melaporkan bahwa komite tersebut telah menahan 10 pangeran dan puluhan mantan menteri, namun tidak menyebutkan nama mereka.

Keputusan tersebut tidak mengatakan apa yang akan terjadi dengan badan anti-korupsi Nazaha yang didirikan pada 2011 di tengah upaya untuk meningkatkan kepercayaan pada pemerintah pada saat kerusuhan rakyat menyapu dunia Arab.

Konsolidasi
Pangeran Miteb, anak mendiang Raja Abdullah, pernah dianggap sebagai pesaing utama takhta sebelum kenaikan Pangeran Mohammed yang tak terduga dua tahun lalu.

Dia mewarisi kendali pada garda nasional, pasukan keamanan internal elit yang dibangun dari unit kesukuan tradisional, dari ayahnya, yang memimpinnya selama lima dasawarsa.

Pangeran Miteb adalah anggota terakhir cabang keluarga Abdullah yang memegang posisi di tinggi dalam struktur kekuasaan Saudi.

Adel Fakieh telah menjadi orang penting bagi reformasi ekonomi kerajaan sejak pengangkatannya sebagai menteri ekonomi dan perencanaan pada tahun 2015.

Seorang mantan eksekutif perusahaan makanan yang memiliki reputasi mendorong reformasi politik yang sensitif, dia sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri tenaga kerja, menteri kesehatan dan wali kota Jeddah.

Fakieh mengatasi perlawanan sengit dari komunitas bisnis sebagai menteri tenaga kerja ketika dia menetapkan kuota untuk pekerja asing untuk meningkatkan pekerjaan bagi orang Saudi.

Di bawah kepemimpinan Pangeran Mohammed, Fakieh memimpin pengembangan rencana transformasi nasional dan upaya privatisasi diluncurkan tahun lalu untuk mengakhiri kerentanan kerajaan terhadap pasar minyak yang tidak dapat diprediksi.

Penggantiannya dilakukan saat kerajaan itu membuat penyesuaian terhadap rencana tersebut, sebuah proses yang dijuluki NTP 2.0.

Keputusan kerajaan tidak mengatakan apakah Fakieh akan memegangnya jabatan lain di pemerintahan. Mantan menteri sering bertugas sebagai penasehat setelah meninggalkan jabatan mereka.

Tuwaijri adalah mantan pilot angkatan udara Saudi dan mantan pimpinan HSBC operasi Timur Tengah. Dia telah memimpin program kementerian ekonomi untuk memprivatisasi sekitar 200 miliar dolar aset pemerintah.





Credit  antaranews.com