Selasa, 30 Agustus 2016

Obama dan Erdogan akan Bahas Suriah, Kudeta di KTT G20 China

 
Obama dan Erdogan akan Bahas Suriah, Kudeta di KTT G20 China  
Obama (kiri) akan bertemu dengan Erdogan (kanan) pada KTT G20 di China untuk membahas percobaan kudeta yang berhasil digagalkan dan penanganan konflik Suriah. (Reuters/Jonathan Ernst)
 
Jakarta, CB -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan selama Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang digelar di China awal September. Keduanya akan membahas berbagai isu terkini, termasuk soal percobaan kudeta yang berhasil digagalkan Turki bulan lalu dan penanganan konflik Suriah.

Wakil Penasihat Senior Keamanan Nasional Ben Rhodes menyatakan bahwa Obama ingin berbicara dengan Erdogan tentang upaya kudeta Juli lalu, kampanye militer melawan ISIS dan mempromosikan stabilitas di Suriah,

Gedung Putih menentang operasi militer Turki ke wilayah Suriah utara yang dikuasai Pasukan Demokratik Suriah, atau SDF, kelompok oposisi Kurdi yang didukung AS. Menurut AS, operasi militer Turki yang awalnya menargetkan kelompok militan ISIS kini telah melebar.

Rhodes mengungkapkan belum ada kepastian mengenai kemungkinan pertemuan bilateral antara Obama dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, selama konferensi ekonomi terbesar di dunia yang akan digelar pada 4-5 September itu. Pertemuan Obama dengan Erdogan dijadwalkan pada Minggu (4/9).

"Kami biasanya mencoba untuk menemukan kesempatan bagi kedua pemimpin untuk mencoba untuk menghabiskan waktu bersama-sama, biasanya berfokus pada [konflik] Suriah dan Ukraina," kata Rhodes, dikutip dari AFP.

Amerika Serikat bertentangan dengan Rusia soal konflik di timur Ukraina, dan kerap sulit menemui kata sepakat dengan Rusia dalam upaya menciptakan perdamaian di Suriah.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pertemuan antara Putin dan Obama belum terkoordinasi, dilaporkan

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan kepada kantor berita Rusia, RIA, bahwa melaporkan bahwa pertemuan antara Putin dan Obama belum terkoordinasi. "Kami siap. Namun belum ada kesepakatan akhir," ujarnya.




Credit  CNN Indonesia