Jumat, 26 Agustus 2016

Anggaran belanja dipangkas lebih dalam

 
Anggaran belanja dipangkas lebih dalam

JAKARTA. Nilai pemotongan anggaran tahap II lebih besar dari rencana sebelumnya. Dalam laporan ke DPR, Kementerian Keuangan sedikit menaikkan nilai pemangkasan belanja dari  Rp 133,8 triliun, menjadi Rp 137,65 triliun.
Pemangkasan ini terdiri dari pemangkasan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 64,7 triliun, transfer ke daerah sebesar Rp 70,13 triliun, dan pemangkasan dana desa Rp 2,82 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani beralasan, tidak semua daerah siap menyerap dana desa. Selain dana desa, pemerintah memangkas dana alokasi khusus non fisik, untuk tunjangan dan dana tambahan penghasilan guru SD masing-masing Rp 653,3 miliar dan Rp 209,1 miliar. "Ada over budgeting anggaran untuk guru," kata Sri, Kamis (25/8).
Over budgeting ini terjadi karena nilai alokasi dan jumlah guru berbeda. Selain jumlahnya lebih sedikit, banyak guru yang belum tersertifikasi.  Sementara penyaluran dana bagi hasil (DBH) dan dana alokasi umum (DAU) untuk 169 daerah ditunda masing-masing Rp 20,93 triliun dan Rp 19,42 triliun.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menjadi instansi yang mengalami pemangkasan belanja terbesar. Dari sisa anggaran Rp 33,28 triliun rupiah murni, belanja Kemhan akan dipangkas 23,8% atau Rp 7,9 triliun. Lalu belanja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat disunat Rp 6,98 triliun.
Rencana pemangkasan anggaran APBNP 2016 tahap II ini secara resmi disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pada Kamis (25/8).
Anggota Komisi XI Andreas Eddy Susetyo berharap pemangkasan anggaran ini bisa menjaga kredibiltas fiskal. Sebab, defisit APBN tidak akan mencapai 3% dari PDB. Selain itu, pemerintah juga perlu memangkas anggaran Penyertaan Modal Negara.
Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar Misbhakun berharap pemerintah mempertimbangkan lagi pemangkasan anggaran guru. "Banyak tunjangan guru di daerah belum dibayar," katanya.



Credit  Kontan.co.id

Pemangkasan anggaran membengkak jadi Rp 137 T


Pemangkasan anggaran membengkak jadi Rp 137 T

JAKARTA. Jumlah anggaran tahun 2016 yang akan dipangkas membengkak dari rencana semula. Dalam paparannya dihadapai Komisi XI dewan Perwakilan Rakyat, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemangkasan anggaran yang akan dilakukan mencapai Rp 137,65 triliun.
Pemangkasan itu terdiri dari alokasi untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 64,7 triliun, belanja transfer ke daerah sebesar Rp 70,13 triliun, dan anggaran dana desa dipotong Rp 2,82 triliun.
Hal ini mengejutkan, ditengah upaya menjaga daya beli masyarakat miskin, dan menekan kesenjangan sosial, pemerintah juga memotong alokasi dana desa. Padahal, tadinya alokasi dana desa diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Sri Mulyani beralasan, tidak semua daerah siap untuk menyerap dana desa tersebut. Sehingga, ada ruang untuk dilakukan penghematan oleh pemerintah.
Selain dana desa, pemerintah juga memangkas dana alokasi khusus non fisik, dalam hal ini tunjangan dan dana tambahan penghasilan guru. "Kami melihat ada over budgeting anggaran untuk guru ini," kata Sri Mulyani, Kamis (25/8) di Jakarta.
Hal itu terjadi, karena antara alokasi dan jumlah guru ada perbedaan. Salah satunya, karena pada kenyataannya guru nya tidak ada, atau memang ada gurunya tetapi belum disertifikasi.
Pemerintah juga memangkas anggaran dana transfer umum, yang terdiri dari dana bagi hasil dan dana alokasi umum. Jumlahnya masing-masing sebesar Rp 20,93 triliun dan Rp 19,42 triliun, yang dilakukan dengan penundaan penyaluran sebagian DBH terhadap 169 daerah.
Dengan pemangkasan ini, pemerintah memperkirakan defisit akan terjaga di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun demikian masih tetap lebih tinggi dari target defisit APBN-P 2016.
Terkait hal itu, salah satu anggota Komisi XI Andreas Eddy Susetyo menyambut baik pemangkasan tersebut. Hal itu dianggap bisa menjaga kredibiltas anggaran pemerintah.
Namun demikian, menurutnya penyusunan prognosis APBN-P 2016 bisa dibuat lebih kredibel. Mengingat, dalam pemangkasan itu tidak memasukan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN), yang dianggapnya masih bisa ditahan.
Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar, Misbhakun mengingatkan pemangkasan anggaran tidak melenceng dari cita-cita Nawacita. Salah satunya mengenai Dana Alokasi Umum yang akan ditunda, dan penyaluran dan untuk guru.
Menurtnya, masih banyak guru di daerah yang tunjangannya belum di bayar. Hal tersebut dianggap bertentangan dengan pengakuan Sri Mulyani tadi.

Dana Desa Ikut Dipotong, Pemangkasan Membengkak Jadi Rp 137 triliun


Credit  Kontan.co.id