Rabu, 02 Desember 2015

Kapal Berisi Puluhan Jasad yang Membusuk Terdampar di Jepang


Kapal Berisi Puluhan Jasad yang Membusuk Terdampar di Jepang  
Publik Jepang dikejutkan dengan terdamparnya sejumlah kapal kayu yang berisi puluhan jasad manusia yang telah membusuk di sekitar Laut Jepang. (Dok. CNN.com)
 
Jakarta, CB -- Publik Jepang dikejutkan dengan terdamparnya sejumlah kapal kayu yang berisi puluhan jasad manusia yang telah membusuk di sekitar perairan Laut Jepang. Dalam dua bulan terakhir saja, sedikitnya terdapat delapan kapal kayu yang membawa sekitar 20 jasad.

Penjaga pantai Jepang memaparkan kepada CNN bahwa semua jasad yang ditemukan telah membusuk, rusak, dan sebagian bahkan tinggal tulang belulang dan tengkorak. Terdapat dua jasad yang ditemukan tanpa kepala. Salah satu kapal bahkan hanya berisi enam tengkorak.

Situasi misterius ini diawali dengan penemuan sebuah kapal kayu tak bertuan pertama kali pada Oktober lalu. Setelah itu, sejumlah kapal kayu lainnya terus berdatangan ke sekitar perairan Laut Jepang hingga akhir November.

Pejabat penjaga pantai Jepang kini tengah berusaha mengungkap teka-teki dari mana kapal berisi puluhan jasad manusia ini datang, dan apa yang terjadi dengan jasad-jasad tersebut.


Hingga saat ini, mereka memperkirakan sejumlah kapal kayu tersebut berasal dari Korea Utara. Pasalnya, terukir beberapa huruf Korea di salah satu lambung kapal yang membawa 10 jasad yang telah membusuk. Kapal itu merupakan salah satu dari tiga kapal yang ditemukan terapung di lepas kota Wajima, di pantai barat Jepang, pada tanggal 20 November.

Menurut penjaga pantai, huruf Korea tersebut bertuliskan kata "Tentara Rakyat Korea," nama pasukan pertahanan militer Korea Utara.

Petunjuk lain, di salah satu kapal terdapat robekan kain yang tampak seperti robekan bendera nasional Korea Utara, menurut laporan stasiun televisi terbesar di Jepang, NHK.

"Tidak ada keraguan bahwa kapal ini milik Korea Utara," kata John Nilsson-Wright, kepala program Asia di lembaga kebijakan Chatham House, kepada CNN setelah melihat gambar perahu tersebut.

Wright menambahkan bahwa huruf pada perahu tersebut memang alfabet bahasa Korea, atau yang biasa disebut Hangeul. Dugaan kapal berasal dari Korea Utara juga diperkuat dengan fakta bahwa kapal kayu itu sudah menua.

Yoshihiko Yamada, pakar kelautan, menyatakan kepada NHK bahwa kapal tersebut memiliki "kemiripan yang mencolok" dengan kapal yang digunakan oleh para pembelot dari Korea Utara.

Yamada memberi penjelasan yang masuk akal terkait bagaimana sejumlah kapal kayu dan puluhan jasad di dalamnya dapat terdampar di Jepang. "(Kapal) terbuat dari kayu dan sudah sangat tua dan berat. Kapal tersebut tidak dapat berjalan dengan cepat, dan mesin kapal tidak cukup kuat untuk mengubah laju kapal melawan arus laut."

Beberapa media Jepang, termasuk NHK, berspekulasi bahwa sejumlah kapal kayu itu bisa jadi merupakan kapal pemancing ikan yang menyimpang dari jalur pelayaran yang seharusnya.

Wright meyakini bahwa jasad-jasad tersebut bisa jadi jasad para pembelot yang mencoba melarikan diri dari rezim pemimpin Korea Utara. Meskipun demikian, Wright tidak dapat memastikan hal ini karena ketiadaan informasi lain untuk memperkuat spekulasinya.

"Yang kita tahu adalah warga yang tinggal di luar (ibu kota Korea Utara) Pyongyang hidup menderita, dan mungkin mereka terdorong oleh kebutuhan ekonomi sehingga menginginkan kebebasan politik yang memicu beberapa orang di (Korea) Utara mencoba meninggalkan negara itu," ujar Wright.

Wright menambahkan para pembelot bisa saja mengambil rute yang lebih berbahaya melalui Laut Jepang, karena rute yang biasa mereka lalui seperti menyeberangi perbatasan ke China, kini diawasi dengan ketat dan menjadi sulit ditembus


Credit  CNN Indonesia