Rabu, 08 Agustus 2018

Korea Utara Tagih Janji Amerika Serikat Longgarkan Sanksi




Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tertawa saat kunjungannya ke pembangunan pembangkit listrik Orangchon di Pyongyang, 17 Juli 2018. KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tertawa saat kunjungannya ke pembangunan pembangkit listrik Orangchon di Pyongyang, 17 Juli 2018. KCNA via REUTERS

CB, Jakarta - Korea Utara menyerukan kepada Amerika Serikat segera mencabut embargo ekonomi yang dijatuhkan kepada negara itu. Pyongyang pun menuding Washington telah bersikap bertolak belakang dari rencananya untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Korea Utara.
"Ada argumen memalukan dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang tidak akan melonggarkan embargo ekonomi hingga denuklirisasi benar-benar selesai dilakukan dan pemaksaan sanksi adalah sebuah cara untuk meningkatkan kekuatan negosiasi," demikian editorial surat kabar milik pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa, 7 Agustus 2018.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat bertemu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong di Istana, Singapura, Ahad, 10 Juni 2018. Pertemuan puncak Trump dengan Kim akan digelar pada 12 Juni 2018. AP/Wong Maye-E

Pyongyang mengatakan telah memperlihatkan iktikad baik dengan menghentikan uji coba senjata nuklirnya, dan pada akhir pekan lalu telah memulangkan jenazah tentara Amerika Serikat yang tewas dalam Perang Korea 1950-1953.Surat kabar Korea Utara lainnya dalam laporannya menyebut embargo ekonomi adalah sebuah rintangan bagi hubungan yang lebih baik di antara kedua negara. Sebelumnya, pada Juni 2018, di Singapura, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sepakat meningkatkan hubungan.
Dalam pertemuan itu, Kim menandatangani sebuah komitmen samar-samar mengenai denuklirisasi di Semenanjung Korea, sebuah tuntutan yang sudah lama diajukan oleh Amerika Serikat, termasuk pelucutan senjata yang bisa dicek penerapannya. Sebagai imbalan atas permintaan ini, Amerika Serikat akan menghentikan latihan militernya dengan Korea Selatan dan melonggarkan embargo ekonomi kepada Korea Utara.




Credit  tempo.co