Senin, 04 Mei 2015

Panglima TNI: Eksekusi Mati Tak Pengaruhi Jual Beli Alutsista RI-Brasil



 Panglima TNI: Eksekusi Mati Tak Pengaruhi Jual Beli Alutsista RI-Brasil 
 
Jakarta  (CB) - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memastikan eksekusi terpidana mati narkoba asal Brasil, Rodrigo Gularte (43), tidak berpengaruh terhadap hubungan militer kedua negara.

"Nggak, nggak ada (pengaruh). Dalam konteks hubungan politik yang kadang-kadang naik-turun maka TNI tidak boleh juga langsung reaktif karena TNI itu sebagai buffer-nya, menjaga keseimbangan," kata Moeldoko usai upacara gelar pasukan POM TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/5/2015).

Menurutnya, TNI justru harus berperan sebagai penyeimbang.

Saat ini Indonesia dan Brasil terlibat kerjasama pembelian alutsista berupa peluncur roket dari produsen senjata Avibras yang bertempat di Sao Paulo, Brasil.

Moeldoko menyatakan kerjasama bisnis tersebut tetap berjalan. "Dengan Australia juga kita dalam keadaan baik, militernya, dengan Brasil juga demikian. Masih ada alutsista kita di sana yang perlu dilanjutkan," tutur Moeldoko.

Kontrak jual beli tersebut diperkirakan lebih dari Rp 3 triliun. Kesepakatan kerjasama ditandatangani sejak 3 tahun lalu.

Rodrigo Gularte dieksekusi mati pada Rabu, 29 April 2015. Gularte ditangkap pada tahun 2004 lalu setelah kedapatan membawa 6 kilogram kokain di dalam peralatan selancarnya.

Credit  detikNews