Kamis, 28 Mei 2015

Saudi Masukkan Dua Petinggi Hizbullah ke Daftar Teroris


Saudi Masukkan Dua Petinggi Hizbullah ke Daftar Teroris  
Arab Saudi memasukkan nama dua petinggi senior kelompok Hizbullah ke dalam daftar teroris, menuduh mereka menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan. (Reuters/Ali Hashisho)
 
 
Jakarta, CB -- Arab Saudi memasukkan nama dua petinggi senior kelompok Hizbullah ke dalam daftar teroris, menuduh mereka terlibat dalam menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan.

Kantor berita SPA pada Rabu (27/5) melaporkan salah satu diantaranya adalah Khalil Youssef Harb, menyebut ia sebagai komandan militer yang bertanggung jawab atas kegiatan Hizbullah di Yaman. Nama kedua adalah Mohammed Qabalan, yang telah dihukum secara in absentia di pengadilan Mesir pada 2010 karena aktivitasnya di negara itu.

SPA juga melaporkan bahwa Kerajaan Saudi telah mengenakan sanksi keuangan terhadap dua nama tersebut, termasuk pembekuan aset mereja dan melarang warga Saudi untuk melakukan transaksi dengan keduanya.


Hizbullah belum memberikan komentar apapun terhadap keputusan ini.

"Selama Hizbullah berusaha untuk menyebarkan kekacauan dan ketidakstabilan dan melaksanakan serangan teroris dan melakukan kegiatan kriminal dan ilegal di seluruh dunia, Kerajaan Arab Saudi akan terus menunjuk aktivis dan pemimpin dan entitas Hizbullah dan menjatuhkan sanksi pada mereka," kata Kerajaan di sebuah pernyataan.

Amerika Serikat menyambut baik langkah Saudi ini, mengatakan Washington juga telah melakukan hal sama kepada dua petinggi Hizbullah tersebut pada 2013 untuk peran mereka dalam "operasi kekerasan" di Timur Tengah.

"Langkah yang diambil oleh Arab Saudi hari ini mencerminkan kontra-terorisme dan berbagi informasi kerja sama yang erat yang kita nikmati dan berharap untuk diperluas lebih lanjut," kata Adam Szubin, pejabat dari Departemen Keuangan untuk Intelijen Terorisme dan Finansial AS.

Kementerian Dalam Negeri Saudi pada Maret tahun lalu juga telah menunjuk beberapa organisasi Islam yang berbasis di kerajaan dan di luar negeri, termasuk Hizbullah yang didukung Iran, sebagai organisasi teroris.

Arab Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab dalam serangan udara terhadap Houthi di Yaman, sebagai bagian dari kampanye untuk mengembalikan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi ke kursi kekuasaan.

Saudi juga merupakan pendukung utama pemberontak Muslim Sunni yang mencoba untuk menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sementara pejuang Hizbullah membantu untuk menopang kekuatan melawan kelompok yang mereka sebut teroris.

Hizbullah telah berulang kali mengkritik Arab Saudi baik terkait operasi militer di Yaman dan dukungan bagi pemberontak di Suriah.



Credit  CNN Indonesia