Selasa, 02 Januari 2018

Garda Revolusi Iran Ancam Gunakan Tangan Besi Hadapi Demonstran


Garda Revolusi Iran Ancam Gunakan Tangan Besi Hadapi Demonstran
Seorang wanita Iran mengangkat tinjunya di tengah asap gas air mata saat melakukan demonstrasi di Universitas Teheran. Foto/Istimewa


TEHERAN - Demonstran anti pemerintah akan menghadapi kepalan tangan besi jika kerusuhan politik berlanjut. Begitu bunyi peringatan yang dikeluarkan Garda Revolusi Iran.

Aksi demonstrasi anti pemerintah telah terjadi selama tiga hari terakhir karena jatuhnya standar kehidupan. Namun seorang komandan Garda Revolusi mengatakan bahwa demonstrasi tersebut telah berubah menjadi orang-orang yang meneriakkan slogan-slogan politik dan membakar properti publik.

Aksi demonstrasi ini merupakan aksi protes terbesar sejak demonstrasi pro-reformasi di tahun 2009 lalu. Ada laporan dua demonstran telah tewas dalam aksi ini. Ada seruan untuk melengserkan atau kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di kota-kota Khoramabad, Zanjan dan Ahvaz.

Garda Revolusi Islam Iran adalah kekuatan yang sangat kuat dengan ikatan dengan pemimpin tertinggi negara tersebut, dan didedikasikan untuk mempertahankan sistem Islam negara tersebut.

"Jika orang-orang datang ke jalan terkait harga tinggi, mereka seharusnya tidak meneriakkan slogan-slogan tersebut dan membakar barang-barang milik umum dan mobil," ujar Brigadir Jenderal Esmail Kowsari seperti dikutip dari BBC, Minggu (31/12/2017).

Menteri dalam negeri Iran juga telah memperingatkan masyarakat untuk menghindari "pertemuan ilegal".

Protes dimulai di kota timur laut Masyhad pada hari Kamis lalu dan menyebar ke kota-kota besar lainnya pada hari Jumat.

Demonstrasi kecil di Teheran meningkat menjadi beberapa ribu orang pada hari Sabtu, dan mahasiswa bentrok dengan polisi. Protes juga berubah menjadi aksi kekerasan di beberapa kota lainnya.

Aksi demonstrasi ini didorong ketidakpuasan atas tingginya tingkat pengangguran, inflasi dan dugaan korupsi. Beberapa aksi protes yang baru terjadi telah mengubah isu-isu politik termasuk keterlibatan mahal Iran dalam konflik regional seperti konflik di Suriah dan Irak.

Di Masyhad, beberapa orang meneriakkan "bukan Gaza, bukan Lebanon, hidupku untuk Iran", sebuah referensi untuk apa yang para pemrotes katakan adalah fokus pemerintah pada isu-isu asing daripada masalah domestik.

Iran adalah penyedia utama dukungan militer kepada pemerintah Bashar al-Assad di Suriah. Teheran juga dituduh memberikan senjata kepada pemberontak Houthi yang memerangi koalisi pimpinan-Arab di Yaman, yang kemudian disangkal, dan merupakan sekutu gerakan Syiah Libanon yang kuat, Hizbullah.

Pihak berwenang Iran menyalahkan anti-revolusioner dan agen-agen kekuatan asing terkait aksi demonstrasi ini.

Sebelumnya, pada Sabtu kemarin, ribuan demonstran pro-pemerintah mengadakan demonstrasi untuk menandai peringatan delapan tahun pembubaran demonstrasi jalanan tahun 2009. 

https://international.sindonews.com/read/1270009/43/garda-revolusi-iran-ancam-gunakan-tangan-besi-hadapi-demonstran-1514705114


Credit  sindonews.com