Senin, 11 September 2017

Peduli Rohingya, Krisis di Myanmar Menjadi Bahasan dalam KTT OKI


Presiden Turki sekaligus Ketua OKI Recep Tayyip Erdogan menegaskan perlunya adanya dorongan untuk penyelesaian konflik di Myanmar. (Foto: Reuters)
Presiden Turki sekaligus Ketua OKI Recep Tayyip Erdogan menegaskan perlunya adanya dorongan untuk penyelesaian konflik di Myanmar. (Foto: Reuters)



ASTANA - Sejumlah kepala negara dalam sambutannya pada Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja sama Islam (KTT OKI) tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Astana, Kazakhstan, menyinggung tentang krisis kemanusiaan di Myanmar.
"Kita peduli pada Myanmar, kami juga akan membuka dialog untuk membahas masalah ini di forum PBB," kata Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev saat membuka KTT OKI tentang Iptek di The Palace of Independence di Astana, Minggu, 10 September.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai Ketua OKI dalam sambutannya juga menyatakan perlu didorong penyelesaian masalah di Myanmar secara bersama-sama antara Pemerintah Myanmar dan Bangladesh.
"Kita berharap otoritas Bangladesh bersedia mencari jalan keluar untuk menolong saudara-saudara muslim kita di Myanmar. Organisasi internasional juga harus melakukan langkah-langkah untuk membantu muslim di sana," ujar Erdogan.
Sebelumnya Pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh yang hingga saat ini jumlahnya terus bertambah.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sebelumnya juga sudah bertemu dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan pihak Bangladesh.
Dalam pembicaraan dengan Pemerintah Bangladesh, Menlu Retno menyampaikan bahwa dirinya diutus secara khusus oleh Presiden RI untuk membahas masalah pengungsi itu.
Menlu mengatakan, Bangladesh mengapresiasi dukungan Indonesia untuk penanganan masalah pengungsi.

Dia menilai, hubungan bilateral yang baik antara Myanmar dan Bangladesh merupakan keharusan, karena tanpa itu maka isu terkait pengungsi, pengelolaan perbatasan dan sebagainya tidak akan dapat dilakukan dengan baik.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya juga menyatakan Pemerintah Indonesia sudah sejak lama ikut membantu masalah kemanusiaan terkait konflik di Rakhine, Myanmar.                                                  





Credit  okezone.com