Hal demikian disampaikan sebuah organisasi internasional non pemerintah. "Pasukan Israel telah membunuh 12 anak Palestina yang berusia antara 14-16 tahun," demikian pernyataan organisasi Defense for Children Palestine, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (10/1).
Pembunuhan atas 12 anak Palestina tersebut, dilakukan di Tepi Barat dan Yerusalem. Sementara tiga anak Palestina yang lain, di antaranya ada anak laki-laki berusia 9 tahun yang terbunuh di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan itu, 12 anak yang terbunuh itu tewas karena ditembak dengan amunisi secara langsung. Ada pula satu anak yang terbunuh dalam sebuah ledakan, dan dua anak lain tewas dalam baku tembak di Jalur Gaza.
Seperti diketahui, ketegangan yang terjadi di Palestina meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tepatnya pada 6 Desember 2017 lalu. Pengakuan Trump itu pun menuai kecaman dari banyak negara terutama dunia Arab dan Muslim.
Akibatnya, banyak warga Palestina yang berdemonstrasi sebagai bentuk protes. Satu bulan sejak Trump melontarkan pengakuan itu, sedikitnya 16 warga Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka saat bentrok dengan pasukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem, dan Jalur Gaza.
Credit REPUBLIKA.CO.ID