Senin, 04 Juni 2018

Kanada Balas Amerika Serikat dengan Tarif Impor Rp 178 T


Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Melania Trump menyambut kedatangan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau saat tiba di Gedung Putih, Washington, AS, 11 Oktober 2017. REUTERS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Melania Trump menyambut kedatangan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau saat tiba di Gedung Putih, Washington, AS, 11 Oktober 2017. REUTERS

CB, Jakarta - Kanada akan memberlakukan tarif balasan Rp 178 triliun kepada barang ekspor dari Amerika Serikat untuk menantang tarif baja dan aluminium negara tersebut berdasarkan regulasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Tarif yang diberlakukan Kanada terhadap Amerika mulai berlaku pada 1 Juli dan akan tetap diberlakukan sampai Amerika menghapus tarif baja dan alumuniumnya. Pernyataan ini diutarakan Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland beberapa jam setelah Amerika mengatakan akan memberlakukan tarif pada impor aluminium dan baja dari Kanada, Meksiko, dan Eropa pada 1 Juni, seperti dilansir dari Reuters.

"Pemerintah Amerika telah membuat keputusan hari ini dan kami menyesal harus melakukan tindakan balasan yang semestinya," ujar Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. “Kami menyesali ini. Kami lebih suka bergerak dalam kemitraan.”
Pemerintah Kanada merilis dua daftar produk Amerika, yakni mengusulkan tarif 25 persen pada daftar pertama dan 10 persen pada yang kedua. Freeland mengatakan periode konsultasi 15 hari akan memberikan Kanada kesempatan untuk menanggapi tarif dan produk yang dikenai tarif.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Melania Trump menyambut kedatangan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau dan Gregoire Trudeau (kanan) saat tiba di Gedung Putih, Washington, AS, 11 Oktober 2017. REUTERS
Daftar ini bukan hanya baja dan aluminium dalam berbagai bentuk, tapi juga jus jeruk, sirup maple, wiski, kertas toilet, dan berbagai macam produk ekspor Amerika lain.
Freeland mengatakan Kanada akan menantang tarif Amerika berdasarkan Piagam 20 NAFTA, menyelesaikan proses sengketa melalui WTO, serta akan bekerja dengan anggota WTO lain.
Presiden Asosiasi Produsen Baja Kanada Joseph Galimberti mengatakan organisasinya berkonsultasi dengan anggota dan mempelajari produk yang dicakup.
"Saya pikir intinya adalah menunggu guna memastikan bahwa langkah ini bisa bekerja untuk pihak-pihak yang paling terkena dampak langsung dan untuk membuat langkah-langkah secepat yang kami bisa," katanya.

Trudeau juga membahas masalah ini dengan NAFTA, serta mengatakan Kanada, Amerika, dan Meksiko telah sepakat membahas masalah ini secara pribadi langsung dengan Presiden Trump di Washington, Amerika Serikat, dalam waktu dekat.
Trudeau juga menyebut Wakil Presiden Amerika Mike Pence mengatakan kepadanya pada Selasa bahwa sebagai prasyarat untuk pertemuan itu, Trudeau harus menyetujui proposal five-years sunset clause, yang memungkinkan salah satu dari tiga anggota NAFTA keluar dari pakta itu setelah lima tahun. Perdana Menteri Kanada Trudea menolak mentah-mentah tawaran itu.



Credit  tempo.co