Jumat, 22 Juni 2018

Tertangkap Jadi Mata-mata Iran, Bekas Menteri Israel Bilang Ini


Mantan perdana menteri Israel, Yitzhak Rabin (kanan), berbicara dengan mantan menteri energi, Gonen Segev (kiri), dalam konferensi di Yerusalem.[REUTERS/GPO/Handout]
Mantan perdana menteri Israel, Yitzhak Rabin (kanan), berbicara dengan mantan menteri energi, Gonen Segev (kiri), dalam konferensi di Yerusalem.[REUTERS/GPO/Handout]

CB, Tel Aviv – Bekas menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Gonen Segev, dikabarkan mengakui melakukan kegiatan mata-mata untuk Iran namun bertujuan membantu Israel.
Media Channel 10, seperti dilansir Jerusalem Post, memberitakan Segev justru berharap bakal dianggap sebagai pahlawan bagi Israel.

“Saya ingin menipu orang-orang Iran dan kembali ke Israel sebagai pahlawan,” kata Segev kepada para penyidik seperti dilansir Channel 10 dan Jerusalem Post, Selasa, 19 Juni 2018 waktu setempat.
Segev saat ini sedang ditahan di sebuah lokasi penahanan yang dikontrol dinas intelijen dalam negeri Israel, Shin Bet, selama sembilan hari. Dia belum diperbolehkan untuk bertemu pengacara sejak tertangkap sebulan lalu.

Menurut Channel 10, intelijen Iran memancing Segev sebelum merekrutnya dengan mengundangnya mengobati pasien di kedutaan besar Iran di Abuja, Nigeria, pada 2012. Setelah direkrut, Segev datang ke Iran sebanyak dua kali menemui atasannya di dinas intelijen Iran.
 
Foto anggota parlemen Israel (Knesset), Dr. Gonen Segev, yang dirilis lembaga pers pemerintah Israel (GPO) pada 18 Juni 2018.[REUTERS/GPO/Handout]
Segev pernah dipenjara dalam kasus penyelundupan obat-obatan terlarang, dan penipuan. Pada 2005, Segev ditangkap dan dijatuhi hukuman atas penyelundupan obat-obatan terlarang, penipuan kartu kredit dan mencoba menyelundupkan 32 ribu butir pil ekstasi dari Belanda ke Israel.
Dia diekstradisi dari Guinea Khatulistiwa setelah ditangkap pada bulan lalu dengan tuduhan membantu musuh dan memata-matai Israel serta memberikan informasi intelijen kepada Iran.
Intelijen Israel mencurigai Segev telah menyerahkan sejumlah informasi kepada dinas intelijen Iran seperti informasi mengenai industri energi, lokasi keamanan, gedung dan pejabat politik serta keamanan Israel.
Kepada penyidik dari Shin Bet, Segev mengaku tidak menyerahkan informasi rahasia apapun kepada petugas intelijen Iran. Dia juga mengaku tidak memiliki motif ideologi dan keuangan terkait tindakannya itu.
Segev pernah tinggal di Nigeria dan aktif di komunitas Yahudi selama sepuluh tahun di sana. Dia juga membuka praktek pengobatan setelah izinnya prakteknya dicabut di Israel.





Credit  tempo.co