Jumat, 22 Juni 2018

Jepang Hentikan Latihan untuk Antisipasi Serangan Rudal Korut


Jepang Hentikan Latihan untuk Antisipasi Serangan Rudal Korut
Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera. Foto/REUTERS/File Photo


TOKYO - Jepang telah memutuskan untuk menghentikan latihan guna mengantisipasi serangan rudal Korea Utara (Korut). Keputusan ini muncul setelah pertemuan bersejarah antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura berhasil meredam ketegangan.

Seorang pejabat Kantor Kabinet Jepang mengatakan kepada Reuters, Kamis (21/6/2018), bahwa pengumuman soal penghentian latihan akan disampaikan Jumat besok.

Sebelumnya, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan mengakhiri latihan militer gabungan dengan Korea Selatan yang selama ini dianggap Pyongyang sebagai provokasi.

Jepang menyambut KTT itu sebagai langkah pertama menuju denuklirisasi Korea Utara, tetapi juga mengatakan latihan AS-Korea Selatan merupakan penghalang penting bagi ancaman Korea Utara.

Otoritas Tokyo dan kota-kota kecil di sekitarnya telah menggelar latihan evakuasi massal pertama pada Januari lalu. Latihan itu digelar ketika Pyongyang memajukan program rudal dan senjata nuklirnya dengan melakukan beberapa kali uji coba.

Menurut laporan Kyodo, ada rencana untuk latihan evakuasi massal pada tahun ini di sembilan prefektur di Jepang.

Meski ketegangan di Semenanjung Korea telah mereda, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera menyerukan Tokyo dan Washington untuk tetap waspada terhadap Pyongyang sampai rezim Kim Jong-un benar-benar mengambil langkah nyata menuju denuklirisasi.

"Korea Utara belum menunjukkan langkah konkrit menuju denuklirisasi," kata Onodera dalam pidato pembukaan menjelang pertemuannya dengan komandan militer Indo-Pasifik AS Philip Davidson di Tokyo.

Laksamana Davidson telah dipromosikan menjadi komandan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) sejak bulan lalu.




Credit  sindonews.com