Kamis, 28 Juni 2018

Perkuat Militer, Israel Terima Lagi 3 Jet Tempur Siluman F-35 AS


Perkuat Militer, Israel Terima Lagi 3 Jet Tempur Siluman F-35 AS
Pesawat jet tempur siluman F-35 produksi Lockheed Martin, Amerika Serikat. Israel menerima lagi tiga jet tempur canggih tersebut. Foto/REUTERS


TEL AVIV - Israel menerima lagi tiga jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin. Ketiga jet tempur generasi kelima Amerika Serikat (AS) ini diperoleh saat pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tengah memperkuat militernya.

Sebelumnya, sekutu utama Washington itu sudah menerima sembilan unit F-35. Dengan demikian, negara yang masih berkonflik dengan Palestina ini memiliki 12 unit jet tempur yang jadi kebanggan NATO tersebut.

Selusin jet tempur canggih itu akan membentuk Skuadron Golden Eagle milik Angkatan Udara Israel (IAF).

"Jet baru akan mulai mengambil bagian dalam kegiatan operasional IAF dalam waktu singkat," kata IAF dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Express, Selasa (26/6/2018).

Bulan lalu, komandan IAF Amikam Norkin mengungkapkan jet tempur F-35 telah digunakan untuk serangan udara pada dua kesempatan sejauh ini.

"Angkatan Udara Israel telah dua kali melakukan serangan dengan F-35, pada dua front yang berbeda," ujarnya. "Saya pikir kami adalah yang pertama menyerang dengan F-35 di Timur Tengah, saya tidak yakin tentang area lain."

Militer Israel kemudian mengklaim bahwa mereka sebagai pengguna pertama jet F-35 untuk operasional di dunia, tidak hanya di Timur Tengah.

Norkin tidak menyebutkan kapan kedua serangan itu terjadi, tetapi dia mengatakan bahwa pesawat canggih itu tidak melakukan serangan selama pemboman Israel terhadap target Iran di Suriah pada 10 Mei lalu.

Jet tempur F-35 generasi kelima telah dicap sebagai "game-changer" oleh militer Israel, tidak hanya karena kemampuan stealth dan ofensifnya, tetapi juga karena kemampuannya untuk menghubungkan sistemnya dengan pesawat lain dan menciptakan pembagian jaringan informasi.

IAF telah mengonfirmasi akan membeli setidaknya 50 jet tempur F-35 dari kontraktor pertahanan AS, Lockheed Martin. Namun, tidak jelas apakah negara itu akan mendapatkan sebanyak itu.

Meski demikian, pembelian pesawat canggih itu mendapat kritik karena harganya terlalu mahal. Masing-masing sekitar USD100 juta.

Komite Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (Parlemen) pernah merilis laporan yang menyerukan Angkatan Bersenjata Israel untuk melakukan "analisis alternatif" yang mungkin menawarkan opsi baru untuk IAF, yang tidak termasuk membeli lebih dari 50 jet F-35.

"Dengan semua keterbatasan yang ada, kita tidak dapat mengabaikan kebutuhan untuk secara teliti menilai wajah masa depan, terutama yang berkaitan dengan platform tempur udara, yang sangat mahal, kritis dan tunduk pada teknologi yang berubah dengan cepat," bunyi laporan tersebut. 





Credit  sindonews.com