Jumat, 27 Oktober 2017

Trump Akan Bocorkan Penyebab Kematian John F Kennedy


Trump Akan Bocorkan Penyebab Kematian John F Kennedy
Presiden AS Donald Trump sesumbar pemerintah AS akan merilis dokumen rahasia mengenai kematian presiden AS ke-35, John F Kennedy. (Foto: Reuters)



Jakarta, CB -- Lebih dari 50 tahun setelah Presiden AS John F Kenney terbunuh, masyarakat Amerika pada Kamis (26/10) akhirnya mendapatkan titik terang untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya resmi dari pemerintah AS.

Itu jika Presien Donald Trump memberi ijin, atau tak menghambatnya.

Gedung Putih, seperti dilaporkan CNN, belum memberi sinyal apakah Trump akan memberi izin perilisan dokumen rahasia pemerintah AS itu atau memilih tetap merahasiakannya.


Mengingat tenggat waktu, pemerintah AS tak menangggapi banyaknya permintaan yang ingin tahu apa tindakan yang diambil Trump. Apakah ia akan menggunakan hak istimewanya dan menjaga dokumen itu tetap menjadi rahasia, sebagaimana permintaan masyarakat intelijen AS? Keputusan akan penundaan ini bahkan juga tak pelak menimbulkan teori konspirasi lain.

Sementara, Trump, sekali lagi memberi 'tanda' bocoran perilisan dokumen itu pada Rabu, tapi tidak jelas apakah ia akan mengumumkannya secara utuh atau penuh. Lewat akun Twitternya pada Sabtu lalu, Trump mengatakan ia akan mengizinkan perilisan dokumen tersebut.


Trump dapat saja menghambat perilisan sejumlah dokumen jika ia menemukan 'adanya risiko terhadap pertahanan militer, operasi inteligen, penegakan hukum atau hubungan internasional,' merujuk pada aturan President John F Kennedy Assassination Records Collection Act 1992.

Tenggat waktu 25 tahun setelah penetapan, yang mana memberi mandat perilisan semua dokumen pemerintah yang berhubungan dengan kematian Kennedy sebagai upaya menekan berbagai teori konspirasi yang selama ini beredar seputar kematian Kennedy.

Sejumlah sejarawan yang mempelajari penyebab kematian Kennedy telah menyampaikan bahwa mereka tidak berharap dokumen itu mengungkap kejutan atau kontradiksi dari fakta bahwa Lee Harvey Oswald-lah yang bertanggungjawab atas pembunuhan Kennedy. Namun, dokumen itu akan memberi pemahan lengkap bagi warga Amerika bagaimana presiden AS ke-35 itu terbunuh.

Gerald Posner, pengarang buku "Case Closed: Lee Harvey Oswald and the Assassination of JFK" memberi tanggapan akan hal ini, seperti dilaporkan CNN. "Siapapun yang berpikir kasus ini tak sepakat dengan itu dan tiba tiba menunjukkan bahwa ada tiga atau empat penembak di Dealey Plaza, maka bukan itu kasus yang terjadi," ujarnya.

"Oswald melakukannya sendirian," lanjut Posner, "Namun, pentingnya dokumen itu dirilis akan mengisi kekosongan informasi sejarah kasus tersebut dan menunjukkan pada publik betapa FBI dan CIA telah menyembunyikan hal ini."

Dokumen CIA dan FBI juga dapat memberi titik terang akan trip misterius Oswald ke Mexico City beberapa pekan sebelum pembunuhan. Dokumen juga akan mengungkap detil tentang keterlibatan pemerintah AS dalam upaya pembunuhan Presiden Kuba, Fidel Castro.


Sementara, Chuck Grassley, politisi dari Partai Republik memberi dukungan pada Trump untuk membuka perilisan dokumen pembunuhan JFK. Lewat akun Twitternya ia menuturkan tak ada lagi yang harus ditutup-tutupi.

Penasehat presiden Trump, Roger Stone, juga secara pribadi menodrong Trump untuk memberi ijin perilisan dokumen tersebut.



Credit  cnnindonesia.com