Selasa, 31 Oktober 2017

Mantan Ketua Kampanye Donald Trump Menyerahkan Diri


Mantan Ketua Kampanye Donald Trump Menyerahkan Diri
Paul Manafort (kanan) saat menjadi ketua tim kampanye Donald Trump untuk Pilpres 2016. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Drew Angerer)


Jakarta, CB -- Mantan petinggi tim kampanye Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2016, Paul Manafort menyerahkan diri ke biro investigasi federal (FBI) di Washington.

Seperti dilansir dari Reuters, Manafort tiba di kantor FBI di Washington pada Senin (30/10) pagi waktu setempat atau malam WIB. Dia lalu diperiksa FBI sebelum dipindahkan beberapa saat kemudian. Selain Manafort, anggota tim kampanye Trump yang lain, Rick Gates pun menyerahkan diri ke otoritas. Gates diperiksa ditempat terpisah oleh FBI, dan lalu dipindahkan bersama Manafort ke pengadilan distrik federal di Washington beberapa saat kemudian.




Penyelidikan yang menjurus kepada Manafort diketahui pada Juli lalu ketika FBI menggeledah rumah miliknya di Virginia. Selain itu pun, pada saat sama dilakukan penyelidikan tranksaksi finansial, serta pekerjaan lama Manafort di sebuah partai politik Ukraina yang pro-Rusia.


Dalam hal ini, Manafort disebutkan dikenai 12 dakwaan yang di antaranya meliputi konspirasi dan pencucian uang dan gagal melaporkan kepemilikan rekening bank di luar negeri. Dakwaan yang sama juga diarahkan Gates yang tak lain mitra bisnis serta wakil Manafort di tim kampanye Trump dalam pilpres 2016. Dakwaan yang diajukan untuk Manafort dan Gates menyatakan kedua orang tersebut berkonspirasi merugikan Amerika Serikat selama atau sekitar dan antara 2006 hingga 2017.



Manafort, 68, memimpin tim kampanye Trump pada Juni hingga Agustus 2016 sebelum mengundurkan diri berdasarkan laporan yang menyatakan dirinya menerima pembayaran ilegal dari partai Ukraina yang pro-Rusia.

Trump yang kini telah menjabat presiden Amerika Serikat (AS) segera menanggapi dakwaan dan tindakan Manafort menyerahkan diri ke penegak hukum. Trump melontarkan tanggapannya tersebut lewat akun Twitter.

Sorry, namun [kecurangan] ini terjadi bertahun-tahun lalu, sebelum Paul Manafort menjadi bagian dari kampanye Trump,’ demikian kicauan sang presiden lewat akun Twitter pribadinya.

Akibat dakwaan terhadap Manafort, mantan manajer kampanye Trump itu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Pimpinan Senat dari partai Demokrat, Chuck Schumer, mendesak pemerintahan Trump tak melakukan apapun untuk mengintervensi proses penegakan hukum tersebut.


Credit  cnnindonesia.com


Dua orang dekat Donald Trump didakwa kolusi dengan Rusia


Dua orang dekat Donald Trump didakwa kolusi dengan Rusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/Joshua Roberts)



Washington (CB) - Para penyidik dugaan intervensi Rusia dalam Pemilu Amerika Serikat 2016 resmi mengajukan dakwaan kepada bekas manajer kampanye Predisen Donald Trump, Paul Manafort, dan orang dekat Trump lainnya, Rick Gates, dengan pasal pencucian uang, Senin waktu setempat atau Selasa WIB.

Mantan penasihat Trump ketiga yang didakwa adalah George Papadopoulos mengaku bersalah awal Oktober silam karena telah berbohong kepada FBI.

Ini adalah perkembangan menghebohkan dari investigasi selama lima bulan pimpinan Pengacara Khusus Departemen Kehakiman AS Robert Mueller mengenai keterlibatan Rusia dalam mengarahkan orientasi Pemilu AS yang tujuannya memenangan Trump dan kolusinya dengan orang-orang dekat Donald Trump.

Manafort (68) yang sudah lama menjadi kader Republik, dan Gates, telah diseret ke pengadilan federal di Washington.

Kedua orang menyatakan tidak bersalah dalam dakwaan berisi 12 tuduhan kriminal mulai dari pencucian orang sampai menjadi agen-agen tak resmi pemerintah Ukraina yang pro-Rusia.

Hakim telah memerintahkan mereka dikenai tahanan rumah. Manafort dikenai jaminan 10 juta dolar, sedangkan Gates 5 juta dolar. Mereka akan muncul lagi di pengadilan Kamis pekan ini.



Credit  antaranews.com