Selasa, 31 Oktober 2017

Israel dan Palestina Gelar Pertemuan Tingkat Menteri


Israel dan Palestina Gelar Pertemuan Tingkat Menteri
Salah satu sudut wilayah di Tepi Barat. Otoritas Palestina dan Israel menggelar petemuan awal pekan ini di Ramallah, Tepi Barat. (REUTERS/Ronen Zvulun)


Jakarta, CB -- Palestina dan Israel melakuan pertemuan tingkat tinggi di Ramallah, sebaagai upaya merundingkan perjanjian perdamaian.

Seperti dikutip dari AFP, pertemuan itu berlangsung pada awal pekan ini di Ramallah, Tepi Barat. Disebutkan itu merupakan bagian dari upaya perundingan damai yang didorong pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepresidenan Donald Trump.




Utusan khusus Donald Trump untuk negosiasi itu, Jason Greenblatt, menulis di Twitter bahwa pertemuan yang berlangsung di Ramallah itu dihadiri Perdana Menteri Palestia Rami Hamdallah, Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon, dan pejabat tinggi kementerian pertahanan Israel, Upav Mordechai.

“Langkah maju yang begitu bermakna pada persoalan-persoalan kunci ekonomi — pendapatan, cukai, dan investasi — yang membantu untuk mendorong mencarikan perdamaian,” kata Greenblatt.

Sementara itu, kantor berita Palestina (WAFA) menyatakan menteri keuangan Palestina, Shukri Bishara juga ada dalam pertemuan tersebut, termasuk kepala intelijen Majid Faraj.

WAFA memberitakan pertemuan tersebut berlangsng di sebuah gedung yang berada di wilayah Tepi Barat yang dicaplok Israel. WAFA memberitakan salah satu yang paling hangat dibicarakan adalah tentang pengangkatan blokade atas Jalur Gaza serta proyek ekonomi bersama.




Sementara itu, surat kabar Israel, Haaretz, memberitakan pertemuan itu adalah yang kedua setelah pertemuan yang juga dihadiri partisipan sama enam bulan lalu. Adapun proyek ekonomi gabungan adalah zona industri di desa Tarkumia, Tepi Barat, yang akan mempekerjakan pemukim Israel juga warga Palestina.

Pada saat yang hampir bersamaan, di awal pekan ini, otoritas Israel menghancurkan terowongan bawah tanah di perbatasan jalur Gaza. Itu merupakan salah satu tindakan preventif Israel terhadap ancaman kelompok pejuang Palestina yang berupaya menggali terowongan bawah tanah di perbatasan.



Credit  cnnindonesia.com