BRASILIA
- Wakil Presiden Brazil, Hamilton Mourao mengatakan, negaranya tidak
akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) melakukan intervensi militer di
Venezuela dari wilayah Brazil.
Berbicara saat pertemuan Kelompok Lima di Bogota, Kolombia untuk membahas situasi di Venezuela, Mourao menuturkan bahwa pihaknya menentang intervensi militer apa pun oleh AS di Venezuela.
Mourao, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (26/2), mengatakan negaranya bekerja untuk memastikan bahwa krisis di Venezuela tidak berubah menjadi konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Berbicara saat pertemuan Kelompok Lima di Bogota, Kolombia untuk membahas situasi di Venezuela, Mourao menuturkan bahwa pihaknya menentang intervensi militer apa pun oleh AS di Venezuela.
Mourao, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (26/2), mengatakan negaranya bekerja untuk memastikan bahwa krisis di Venezuela tidak berubah menjadi konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Terkait
pertemuan Kelompok Lima di Bogota, dalam pernyataan bersama, mereka
meminta Mahkamah Pidana Internasional untuk mempertimbangkan penolakan
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan
sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kelompok itu mengecam Maduro karena merampas makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar orang. "Negara-negara yang masih bekerja sama dengan Venezuela akan dipanggil untuk membantu menyelesaikan krisis politik di negara itu," bunyi pernyataan Kelompok Lima.
Kelompok itu mengecam Maduro karena merampas makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar orang. "Negara-negara yang masih bekerja sama dengan Venezuela akan dipanggil untuk membantu menyelesaikan krisis politik di negara itu," bunyi pernyataan Kelompok Lima.
Menekankan
bahwa Juan Guaido akan didukung secara permanen, kelompok itu
menyerukan kepada pengadilan dan Angkatan Bersenjata Venezuela untuk
mengakui Guaido.
"Transisi menuju demokrasi harus dilakukan secara damai oleh Venezuela dalam kerangka konstitusi dan hukum internasional, didukung oleh langkah-langkah politik dan diplomatik, tanpa menggunakan kekuatan," tukasnya.
"Transisi menuju demokrasi harus dilakukan secara damai oleh Venezuela dalam kerangka konstitusi dan hukum internasional, didukung oleh langkah-langkah politik dan diplomatik, tanpa menggunakan kekuatan," tukasnya.
Credit sindonews.com