Pemerintah Tak Segan Ajukan Gugatan ke WTO
Demi Perjuangkan Pembebasan Bea Masuk Imbalan Biodiesel. (CNN
Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CB -- Kementerian Perdagangan
meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kembali putusan
final bea masuk imbalan (countervailing duty) atas produk biodiesel
Tanah Air yang masuk ke Negeri Paman Sam.
Bahkan, Indonesia tak
segan melemparkan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade
Organization/WTO) bila pemerintah AS mengabaikan permintaan tersebut.
Menteri
Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai putusan final itu tidak adil
dan tak sesuai dengan semangat perdagangan internasional.
"Indonesia tidak segan-segan mengajukan gugatan melalui Mahkamah AS
maupun melalui jalur Dispute Settlement Body WTO," ujar Enggar dalam
keterangan tertulis, Minggu (19/11).
Berdasarkan keputusan terbaru Departemen Perdagangan AS (United
States Department of Commerce/USDOC), bea masuk imbalan biodiesel bagi
Indonesia tercatat sebesar 34,45 persen sampai 64,73 persen.
Angka
ini memang lebih rendah dari putusan sementara USDOC pada Agustus lalu,
sebesar 41,06 persen sampai 68,28 persen. Namun, menurut Enggar,
keputusan ini tetap sewenang-wenang dan menunjukkan tindakan
overprotektif.
Bersamaan dengan keputusan terhadap Indonesia,
USDOC juga memberlakukan keputusan final bea masuk imbalan biodiesel
dari Argentina sebesar 71,45 persen sampai 72,28 persen.
Saat
ini, Enggar bilang, pemerintah tengah menunggu penyelidikan Komisi
Perdagangan Internasional AS (United States International Trade
Commission/USITC).
Penyelidikan itu dilakukan untuk membuktikan
bahwa biodiesel Indonesia memberikan kerugian pada industri dalam negeri
AS atau tidak. Jika USITC memutuskan ada kerugian, maka USDOC akan
menginstruksikan Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan AS (US Customs
and Border Protection) untuk meneruskan pemungutan deposit dana sesuai
dengan tingkat bea masuk yang ditetapkan.
Sebaliknya, bila tidak ada kerugian, maka investigasi harus
dihentikan. Hanya saja, hasil penyelidikan USITC kemungkinan baru bisa
dipaparkan ke publik pada 21 Desember 2017 mendatang.
“Apabila
dalam putusan akhir nantinya terbukti bahwa putusan maupun metodologi
penghitungan yang digunakan AS tidak konsisten dengan aturan WTO-Subsidy
and Countervailing Measures Agreement, maka Pemerintah Indonesia
kemungkinan akan mengevaluasi seluruh impor Indonesia yang berasal dari
AS,” tegas Enggar.
Berdasarkan data ekspor biodiesel Indonesia ke
AS, nilainya mencapai US$255,56 juta sepanjang 2016 lalu. Angka ini
sekitar 89,19 persen dari total ekspor biodiesel Indonesia ke seluruh
dunia.
Sedangkan sepanjang tahun ini, nilai ekspor biodiesel dari Indonesia ke AS tak ada sepeser pun karena adanya permasalahan ini.
Credit
cnnindonesia.com/
AS Bakal Beri Bea Antidumping Biodiesel dari Indonesia
Departemen Perdagangan AS menyatakan terdapat
temuan produk biodiesel dari Indonesia dijual dengan harga di bawah
nilai pasar di Negeri Paman Sam. (Reuters/Beawiharta)
Jakarta, CB -- Departemen Perdagangan AS
menetapkan bea masuk antidumping sementara untuk biodiesel dari
Argentina dan Indonesia. Pasalnya, terdapat temuan bahwa produk yang
digunakan untuk bahan bakar motor itu dijual dengan harga di bawah nilai
pasar di Negeri Paman Sam.
Dilansir dari Reuters,
besaran bea masuk antidumping itu berkisar antara 54,36 persen sampai
70,05 persen untuk biodiesel berbasis kedelai dari Argentina. Kemudian
sebesar 50,71 persen pada biodiesel kelapa sawit dari Indonesia.
Sekretaris
Departemen Perdagangan AS, Wilbur Ross mengatakan bahwa pemerintah
Argentina telah meminta perundingan dan bahwa departemen tersebut sedang
mengerjakan kesepakatan penangguhan yang dimungkinkan.
Kementerian
Luar Negeri Argentina mengatakan bahwa bea masuk baru tersebut akan
berdampak kecil karena penghitungan bea awal sebesar 64,17 persen yang
telah diterapkan pada bulan Agustus telah membuat "akses ke pasar AS
tidak mungkin".
"Kemungkinan penerapan bea tambahan tidak
memiliki efek praktis dalam hal akses pasar nyata," kata Kementerian
Luar Negeri Argentina dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan
tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Argentina sedang bekerja untuk
sebuah kesepakatan untuk menangguhkan investigasi antidumping dan
subsidi.
Pemerintahan Donald Trump telah membuat penegakan hukum
perdagangan menjadi prioritas utama. Sejak 20 Januari, hari dimana Trump
mulai menjabat, sampai 23 Oktober, Departemen Perdagangan memulai 73
penyelidikan antidumping dan countervailing, meningkat 52 persen dari
tahun sebelumnya.
Produsen biodiesel AS mengajukan petisi kepada
pemerintah pada awal tahun ini, dengan mengatakan impor luar negeri
masuk ke Negeri Paman Sam di bawah nilai pasar, merugikan produsen
domestik.
Ilustrasi bahan bakar biodiesel. (Reuters/Mike Blake)
|
Dewan
Biodiesel Nasional AS, sebuah kelompok perdagangan yang mewakili
produsen seperti Archer Daniels Midland Co, memuji tindakan pemerintah
tersebut.
Dewan itu menyatakan pihaknya telah mengikuti petisi
tersebut untuk mengatasi banjir impor dari Argentina dan Indonesia yang
telah menghasilkan pelemahan pangsa pasar dan depresi harga bagi
produsen dalam negeri.
"Ini meyakinkan dengan setiap keputusan
bahwa Departemen Perdagangan sedang meninjau data dan fakta dengan nilai
nominal yang ada," kata Doug Whitehead, Chief Operating Officer Dewan
Biodiesel Nasional.
Menurut data Departemen Perdagangan, pada
tahun 2016, nilai impor biodiesel dari Argentina dan Indonesia
masing-masing diperkirakan mencapai US$1,2 miliar dan US$268 juta.
Pemerintah
AS mencatat, Argentina pada tahun 2016 menyumbang dua pertiga impor
biodiesel AS, dengan total 916 juta galon (3,5 miliar liter).
"Kami
berterima kasih kepada pemerintah Argentina atas pendekatan proaktif
mereka untuk memecahkan masalah ini, dan tetap optimistis bahwa solusi
yang dapat dinegosiasikan dapat dicapai baik dengan Argentina maupun
Indonesia," kata Ross dalam pernyataannya.
Departemen Perdagangan AS dijadwalkan membuat keputusan final bea antidumping sekitar 3 Januari 2018.
Penetapan
bea tersebut perlu ditegaskan dengan sebuah temuan Komisi Perdagangan
Luar Negeri AS bahwa impor merugikan produsen domestik. Temuan semacam
itu akan mengunci penetapan bea antidumping selama lima tahun.
Credit
cnnindonesia.com