Selasa, 23 April 2019

Iran-Pakistan Sepakat Bentuk Pasukan Khusus di Perbatasan



Iran-Pakistan Sepakat Bentuk Pasukan Khusus di Perbatasan
Kesepakatan itu dicapai saat pertemuan antara Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan di Teheran. Foto/Reuters


TEHERAN - Iran dan Pakistan sepakat untuk membentuk pasukan reaksi cepat bersama untuk memerangi aktivitas militan di perbatasan kedua negara. Kesepakatan itu dicapai saat pertemuan antara Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan di Teheran.

Khan tiba di Iran pada hari Minggu untuk membahas masalah-masalah keamanan dan regional. Kunjungan ini terjadi sehari setelah Islamabad mendesak Teheran untuk mengambil tindakan terhadap militan di balik serangan di provinsi Baluchistan, Pakistan.

Hubungan antara Iran dan Pakistan tegang dalam beberapa bulan terakhir, dengan kedua belah pihak menuduh satu sama lain tidak melakukan cukup upaya untuk membasmi gerilyawan yang diduga berlindung di seberang perbatasan.

"Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama keamanan kedua negara, pasukan perbatasan kami, pasukan intelijen kami. Dan juga untuk membentuk pasukan reaksi cepat bersama di perbatasan kedua negara karena memerangi terorisme," kata Rouhani dalam konferensi pers dengan Khan.

Pada gilirannya, Khan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (23/4), mengatakan bahwa aktivitas militan di perbatasan bisa menjadi sumber ketegangan diantara kedua negara.

"Alasan terpenting mengapa saya di sini, adalah karena saya merasa bahwa masalah terorisme akan meningkatkan perbedaan di antara negara-negara kita. Jadi, sangat penting bagi saya untuk datang ke sini dan datang dengan kepala keamanan kami bahwa kami menyelesaikan masalah ini," ungkapnya. 





Credit  sindonews.com