Selasa, 18 September 2018

AS Peringatkan Rusia Tak Ikut Campur Referendum Makedonia


AS Peringatkan Rusia Tak Ikut Campur Referendum Makedonia
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menuding Rusia berusaha memengaruhi hasil referendum di Makedonia terkait perubahan nama negara itu. (AFP Photo/Roslan Ramlan)


Jakarta, CB -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menuding Rusia berusaha memengaruhi hasil referendum di Makedonia terkait perubahan nama negara itu. Ia memperingatkan Rusia agar tidak mencampuri referendum di Makedonia.

Perubahan nama itu akan membuka jalan bagi Makedonia bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa.

Ketika melakukan pembicaraan di Skopje dengan pemimpin Makedonia, Mattis mengatakan AS berupaya memperluas kerja sama bidang keamanan dunia maya dengan negara kecil di Balkan tersebut. 




Makedonia pada 30 September mendatang akan melangsungkan pemungutan suara soal kesepakatan yang dicapai pada Juni lalu dengan negara tetangganya, Yunani.

Hasil referendum itu akan mengubah nama negara tersebut menjadi Republik Makedonia Utara.

Pemerintah Yunani bersikeras bahwa perubahan itu perlu dilakukan sebagai imbalan bagi langkah Yunani mencabut penentangannya terhadap Skopje untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

"Kami tidak ingin melihat Rusia melakukan (di Makedonia) apa yang telah mereka coba di begitu banyak negara," kata Mattis kepada wartawan yang mengikuti kunjungannya ke Skopje, seperti dikutip Reuters, Senin (17/9).


Pernyataan Mattis itu tampaknya mengacu pada kekhawatiran Washington soal kemungkinan Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016 dan pemilihan-pemilihan lainnya.

"Tidak ada keraguan bahwa mereka sudah mengirim uang dan juga melancarkan gerakan lebih luas untuk memengaruhi," kata Mattis.


AS Peringatkan Rusia Tak Ikut Campur Referendum Makedonia
Protes warga di Skopje, Republik Makedonia. (REUTERS/Ognen Teofilovski)
Ia menambahkan tidak ada kejelasan soal seberapa efektif upaya yang telah dijalankan Moskow.

Rusia telah membantah tuduhan ikut campur tangan. Mereka menentang keras rencana Makedonia untuk bergabung dengan NATO.

Duta besar Rusia di Skopje mengatakan negara itu bisa menjadi "target sah" jika hubungan antara Rusia dan NATO terus memburuk.

Pada Juli, Yunani mengusir dua diplomat Rusia dan melarang dua orang lain masuk ke negaranya. Tindakan itu diambil karena mereka dianggap berusaha menyuap para pejabat serta memicu demonstrasi untuk menggagalkan kesepakatan dengan Makedonia.

Rusia membantah tuduhan Athena itu dan melakukan tindakan balasan berupa pengusiran terhadap sejumlah diplomat Yunani.




Credit  cnnindonesia.com