Jumat, 28 September 2018

Mahathir: Trump Tidak Konsisten


Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad berbicara dalam konferensi pers usai rapat kabinet di Putrajaya, Malaysia, Rabu 30 Mei 2018. Mahathir mengatakan pemerintah Malaysia terpaksa menghentikan pesawat MH370 yang hilang dan pencarian akan dilanjutkan jika ada bukti baru. [AP photo/Sadiq Asyraf]
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad berbicara dalam konferensi pers usai rapat kabinet di Putrajaya, Malaysia, Rabu 30 Mei 2018. Mahathir mengatakan pemerintah Malaysia terpaksa menghentikan pesawat MH370 yang hilang dan pencarian akan dilanjutkan jika ada bukti baru. [AP photo/Sadiq Asyraf]

CB, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengkritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di sidang umum PBB, New York, Amerika Serikat. Mahathir mengatakan ada kebutuhan bagi Presiden Trump untuk konsisten, termasuk kebijakannya ke Asia.
"Bersikaplah konsisten. Jika Anda ingin melawan kami, katakan Anda ingin melawan kami. Jika Anda tidak mau dan ingin menjadi teman kami, maka katakan demikian dan kita menjadi teman," kata Mahathir, Rabu, 26 September 2018 waktu Amerika.

Dikutip dari channelnewsasia.com pada Jumat, 28 September 2018, Mahathir menilai Trump berubah pendapat hanya dalam hitungan jam. Salah satu contohnya, Trump berubah-ubah terkait apakah menggelar pertemuan atau tidak dengan suatu pemimpin negara.
"Jadi, sangat sulit untuk mencari tahu apa yang dia mau. Membuat kesepakatan dengan orang yang tidak konsisten adalah sebuah masalah besar," kata Mahathir.

Menurut Mahathir, dia menangkap kesan Trump tidak tahu banyak tentang Asia. Untuk itu, Trump membuat berbagai keputusan tidak berdasarkan kenyataan fakta-fakta di lapangan. Trump hanya memikirkan Amerika Serikat dan bagaimana membuat negaranya besar lagi. Trump tidak mempertimbangkan hubungan Amerika Serikat dengan negara lain.
Mahathir dalam kesempatan itu menyoroti respon Amerika Serikat dalam mengatasi krisis di Asia seperti sengketa Laut Cina Selatan dan Selat Malaka, yakni mengirimkan kapal-kapal perang, padahal cara ini bukan ide yang bagus. Sebab ini hanya menciptakan ketegangan dan bentuk provokasi. 




Credit  tempo.co