Ilustrasi patroli angkatan laut AS di Laut China Selatan. (REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CB-- Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan patroli yang lebih intens di Laut China Selatan, dalam rangka menghadapi militerisasi pihak Beijing di perairan tersebut.
Dua
orang pejabat AS dan sejumlah diplomat dari negara Barat dan Asia
menyebut Pentagon tengah mempertimbangkan penegasan operasi kebebasan
bernavigasi dekat karang-karang sengketa yang dibangun oleh China.
Para pejabat yang dikutip Reuters pada Minggu (3/6) menolak mengatakan sudah seberapa jauh pembahasan itu berlangsung.
Langkah tersebut bisa jadi melibatkan patroli lebih
panjang, dengan jumlah kapal lebih banyak atau pemantauan lebih ketat
terhadap fasilitas China di kawasan, yang kini sudah termasuk peralatan
pengacau elektronik dan radar militer canggih.
Para
pejabat AS juga mendorong negara sekutu dan rekanannya untuk
meningkatkan pengerahan angkatan laut di perairan tersebut, sementara
China memperkuat kemampuan militernya di kepulauan Paracel dan Spratly.
Namun, kata para diplomat, mereka tak menyinggung kemungkinan tindakan
langsung terhadap bangunan-bangunan pihak Beijing.
"Yang kami
lihat dalam beberapa pekan terakhir hanya merupakan awal, rencana yang
lebih signifikan tengah disusun," kata seorang diplomat Barat, merujuk
pada operasi kebebasan navigasi pekan lalu yang untuk pertama kalinya
melibatkan dua kapal perang AS.
"Terasa ada kebutuhan untuk melakukan tindakan lebih jauh dari itu."
Pentagon
tidak berkomentar soal kemungkinan operasi di masa yang akan datang,
tapi seorang juru bicaranya, Letnan Kolonel Christopher Logan,
mengatakan "kami akan terus bekerja sama dengan negara sahabat, rekanan
dan sekutu untuk memastikan Indo-Pasifik yang terbuka."
Pendekatan lebih tegas dari Pentagon sudah mulai tampak.
Reuters
bulan lalu melaporkan bahwa dua kapal perang AS berlayar dekat
pulau-pulau yang diklaim oleh China, bahkan ketika Presiden Donald Trump
tengah berupaya menjalin kerja sama dengan Beijing mengatasi masalah
Korea Utara.
Meski operasi telah direncanakan berbulan-bulan
sebelumnya, dan kegiatan serupa sudah rutin dilakukan, peristiwa itu
diyakini merupakan pertama kalinya AS menggunakan dua kapal perang.
Pentagon juga menarik kembali undangan latihan militer multi-nasional yang sempat diberikan untuk pasukan China.
Sejumlah
pengkritik mengatakan patroli yang selama ini dilakukan tak banyak
berpengaruh pada sikap China dan hanya menutupi ketiadaan strategi luas
untuk menghadapi dominasi China di kawasan.
Credit
cnnindonesia.com