Rabu, 16 Februari 2022

Ukraina Siap Batal Bergabung dengan NATO Demi Hindari Invasi Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy



CUPUMA, Jakarta - Ukraina dapat membatalkan permohonannya bergabung dengan NATO untuk menghindari perang dengan Rusia, kata Duta Besar Ukraina di London, Vadym Prystaiko, kepada BBC, Senin, 14 Februari 2022.

Keanggotaan Ukraina di NATO menjadi salah satu syarat utama yang diajukan Moskow untuk meredakan krisis antara Rusia dan Barat.

Menurut Prystaiko, Ukraina bersedia "fleksibel" soal bergabung dengan aliansi militer Atlantik, sebuah langkah yang dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjadi pemicu perang.

"Kami mungkin - terutama diancam seperti itu, diperas oleh itu, dan didorong ke sana," kata Prystaiko ketika ditanya apakah Kyiv dapat mengubah posisinya dalam keanggotaan NATO.

Ukraina bukan anggota NATO tetapi sejak 2008 dijanjikan akan diberikan kesempatan untuk bergabung, sebuah langkah yang akan membawa aliansi pimpinan AS ke perbatasan Rusia.

Putin mengatakan hubungan Ukraina yang berkembang dengan aliansi itu dapat menjadikannya landasan peluncuran rudal NATO yang ditargetkan ke Rusia. Dia mengatakan Rusia perlu menetapkan "garis merah" untuk mencegahnya.

Rusia menempatkan lebih dari 100.000 tentara dan senjata berat ke dalam jarak serangan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir, sehinbgga mendorong Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya untuk memperingatkan bahwa invasi akan segera terjadi.


Moskow membantah merencanakan serangan, dan menyebutnya sebagai latihan manuver militer. Tetapi Rusia telah mengeluarkan tuntutan tertulis agar NATO menghentikan ekspansi lebih lanjut ke timur termasuk Ukraina. Anggota NATO menolak permintaan tersebut.

Presiden AS Joe Biden berbicara dengan timpalannya dari Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Minggu dan setuju untuk melanjutkan upaya diplomatik guna mencoba menyelesaikan krisis, kata Gedung Putih.