Kamis, 02 Mei 2019

Pakistan Ancam Merespons Besar-besaran jika Perang Baru dengan India


Pakistan Ancam Merespons Besar-besaran jika Perang Baru dengan India
Pesawat-pesawat jet tempur India berakrobat dalam sebuah airshow di Islamabad. Foto/REUTERS/ Faisal Mahmood

ISLAMABAD - Militer Pakistan mengancam akan memberikan respons secara besar-besaran jika terjadi perang baru dengan India. Ancaman ini dilontarkan Kepala Angkatan Udara Pakistan (PAF), Marsekal Mujahid Anwar Khan.

"Dalam hal terjadi kesalahan penanganan oleh musuh, respons PAF akan lebih kuat dari sebelumnya," kata Khan, merujuk pertempuran kecil antara dua rival yang terjadi pada bulan Februari lalu.

Bentrokan sebelumnya dimulai pada 26 Februari, ketika India melancarkan serangan udara di sebuah kamp pelatihan yang diduga sebagai markas kelompok teroris di wilayah Pakistan. Islamabad kemudian merespons dengan serangannya pada hari berikutnya. Jet tempur India saat itu ditembak jatuh.

"(Respons) PAF pada 27 Februari 2019 melawan agresi musuh akan diingat dalam sejarah sebagai ‘​​Operation Swift Retort'," ujar Khan kepada Staf Udara ke-24 di Islamabad, Rabu (1/5/2019), seperti dikutip Russia Today.

Dia mengatakan setiap anggota Angkatan Udara pantas mendapatkan penghargaan khusus atas kinerja mereka pada hari tersebut.

Sejak pertempuran singkat Februari, kedua pihak saling mengumbar retorika bermusuhan, di mana Perdana Menteri India Narendra Modi pada pertenghan April menuduh Pakistan mengizinkan teroris menyerang India. Dia mengancam akan menghantam Pakistan dengan senjata yang dia sebut "Ibu dari semua bom nuklir".

Ancaman Modi ditanggapi sinis oleh juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Asif Ghafoor. Dia memperingatkan New Delhi untuk tidak menguji tekad Islamabad.

"Dalam retorika Anda (India), Anda tetap menggunakan kekuatan nuklir sebagai ancaman," kata Ghafoor. "Kekuatan nuklir bukan ancaman, itu adalah senjata pencegahan yang tidak boleh dibilang remeh."  







Credit  sindonews.com