Selasa, 27 Februari 2018

Sebut AS Ancaman, Jet Tempur J-20 Gabung Pasukan Tempur China


Sebut AS Ancaman, Jet Tempur J-20 Gabung Pasukan Tempur China
Pesawat jet tempur siluman generasi kelima China, J-20, resmi layani militer secara penuh. Foto/REUTERS


BEIJING - Angkatan Udara China mengerahkan pesawat jet tempur siluman generasi kelima J-20 untuk bergabung dalam pasukan tempur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Alasannya, ada empat negara, termasuk Amerika Serikat (AS) yang jadi ancaman utama bagi China.

Situs berita resmi PLA, China Military Online, mengutip seorang ahli militer menyatakan pada hari Senin bahwa J-20 telah dioperasionalkan karena ancaman yang ditimbulkan oleh AS, Jepang, Korea Selatan dan India.

India dianggap sebagai ancaman karena menyiagakan pesawat tempur Sukhoi-30MKI di Assam, dekat perbatasan China-India yang disengketakan.

China Military Online dalam laporannya mengklaim diberi wewenang oleh Komisi Militer Pusat Republik Rakyat China (RRC) dan disponsori oleh PLA Daily.

Wang Mingzhi, profesor di Akademi Komando Angkatan Udara PLA mengatakan, AS sering mengirim pesawat jet tempur silumannya ke dekat wilayah China. Hal itu menjadi ancaman langsung bagi Beijing.

Sedangkan Jepang, Korea Selatan dan India, juga mengimpor dan mengembangkan jet siluman semacam itu.

”J-20 telah mengubah situasi di mana jet tempur non-stealth harus melakukannya untuk menghadapi jet tempur siluman,” kata Wang, yang dilansir Selasa (27/2/2018). Dia menambahkan, langkah operasional J-20 sekaligus untuk mendukung keamanan udara China.

J-20, yang merupakan pesawat tempur siluman pertama China, melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2011. Pesawat ini pertama kali diluncurkan di China's Zhuhai Air Show pada tahun 2016 dan mulai melakukan pengiriman ke Angkatan Udara PLA pada bulan Maret 2017.

Dengan asumsi tidak memiliki banyak kekurangan, jet tempur J-20 oleh China dianggap rival yang layak untuk pesawat jet tempur F-35 Lightning II AS.

Angkatan Udara PLA dalam pernyataan resmi di akun Weibo beberapa hari lalu mengonfirmasi bahwa jet tempur J-20 telah dikerahkan dengan unit tempur.

China saat ini juga sedang mengembangkan tempur siluman kedua, FC-31, yang akan dioperasikan dari kapal induk Angkatan Laut PLA. Beijing berharap FC-31 bisa menyasar pasar internasional.

J-20 adalah pesawat tempur bermesin ganda yang memiliki jangkauan sangat panjang dan bisa terbang lebih cepat dari 2.000 kilometer per jam. 




Credit  sindonews.com