Rabu, 28 Februari 2018

Presiden Baru Afsel Rombak Kabinet, Copot Menteri Lawas


Presiden Baru Afsel Rombak Kabinet, Copot Menteri Lawas
Presiden baru Afrika Selatan Cyril Ramaphosa merombak kabinet, menambah wajah baru dan mencopot sejumlah menteri sekutu eks Presiden Jacob Zuma, Senin (26/2). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)



Jakarta, CB -- Presiden baru Afrika Selatan Cyril Ramaphosa merombak kabinet pada Senin (26/2). Ramaphosa menambah wajah-wajah baru serta mencopot beberapa menteri sekutu Jacob Zuma.

Zuma, mantan Presiden Afrika Selatan, diminta partainya sendiri, African National Congress (ANC), untuk mundur dua minggu lalu.

Ramaphosa menunjuk Nhlanhla Nene sebagai menteri keuangan. Dua tahun silam, Nene dipecat dari posisi yang sama saat revolusi partai berkuasa dimulai yang akhirnya menggulingkan Jacob Zuma.


Sembilan tahun kekuasaan Zuma diwarnai banyak tuduhan korupsi, salah arus ekonomi dan janji yang disengketakan.  Zuma membantah telah melakukan kesalahan.

Ramaphosa, 65, mengusung jargo "Fajar Baru" setelah dilantik dan berjanji memerangi korupsi yang mengikis ekonomi industri Afrika.

Nene  berusaha memperketat pengeluaran di masa jabatannya dulu sebagai menteri keuangan. Namun Nene dipecat Zuma pada Desember 2015 dan digantikan anggota parlemen tak terkenal, Des van Rooyen.



Empat hari kemudian, Zuma dipaksa memberhentikan Des van Rooyen setelah nilai Rand jatuh. Seorang mantan menteri keuangan dan teknokrat Pravin Gordhan diangkat mengisi posisi tersebut.

Gordhan yang juga dipecat Zuma Maret lalu itu ikut diangkat kembali masuk kabinet Ramaphosa.

Dia ditempatkan di departemen perusahaan publik utama yang menaungi sekitar 300 perusahaan milik negara.

Termasuk di dalamnya adalah Maskapai Afrika Selatan yang merugikan dan utilitas listrik Eskom yang kekurangan uang.

Gordhan yang populer dikalangan investor ini menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 2009 hingga 2014. Lalu menjabat lagi dari 2015 sampai 2017.

Trik Penyeimbang
Ramaphosa berusaha agar kabinet tetap merepresentasikan berbagai faksi dari African National Congress (ANC) yang berkuasa. Beberapa menteri Zuma tetap ada tetapi diturunkan dari departemen pemerintahan utama.

Sepuluh menteri dipecat, sebagian besar sekutu utama Zuma.


Afrika Selatan mengalami masalah kekeringan terutama di Cape Town.
Foto: REUTERS/Mike Hutchings
Afrika Selatan mengalami masalah kekeringan terutama di Cape Town.


"Dalam membuat perubahan ini, saya menyadari pentingnya menyeimbangkan kontinuitas dan stabilitas dengan kebutuhan pembaharuan, pemulihan ekonomi dan percepatan transformasi," kata Ramaphosa dalam sebuah pidato singkat.

Meski begitu, pemimpin oposisi resmi Mmusi Maimane mengatakan kabinet masih dipenuhi para menteri hasil kompromi. Dia menyebut pengangkatan Wakil Presiden ANC David Mabuza menjadi Wakil Presiden Afrika Selatan sebagai contoh.

"Kabinet baru Ramaphosa akan melayani ANC, bukan Afrika Selatan," kata Maimane, pemimpin partai Aliansi Demokratik.

Mabuza belum pernah menjabat sebagai menteri kabinet sebelumnya. Dia adalah sekutu dari Zuma dan mendapat tuduhan keterlibatan dalam korupsi pemberian tender. Mabuza membantah tuduhan tersebut.

"Keputusan Ramaphosa mempekerjakan Mabuza yang penuh skandal merusak integritas komitmennya untuk memerangi korupsi dan membangun kembali daria sisa-sisa kekuasaan Zuma," kata Maimane.

Nene dan Mabuza akan menjalankan tugas mereka setelah menyelesaikan formalitas sumpah sebagai anggota parlemen ANC.

Nkosazana Dlamini-Zuma diangkat sebagai menteri yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pemantauan.

Dlamini-Zuma kalah tipis dari Ramaphosa di pemilihan kepemimpinan ANC pada Desember. Dia adalah mantan ketua Komisi Uni Afrika dan ibu beranak empat yang dinikahi Zuma selama satu dekade lebih.

Apel Busuk
Menteri keuangan sebelumnya, Malusi Gigaba, dipindahkan ke kementrian dalam negeri. Lindiwe Sisulu yang tahun lalu mundur dari persaingan memperebutkan kepemimpinan ANC ditunjuk sebagai menteri luar negeri.

Pendukung serikat buruh dan ketua nasional ANC Gwede Mantashe dipilih sebagai kepala kementrian pertambangan.

Kebijakan yang tidak pasti telah membuat marah investor di sektor pertambangan. Sektor ini meyumbang sekitar tujuh persen pendapatan negara.




Jeff Radebe, salah satu menteri dengan jabatan terlama di Afrika Selatan pasca apartheid, dijadikan menteri energi. Afrika Selatan memiliki satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di benuanya. Mereka sedang berusaha memperluas kapasitas tenaga nuklir di dekade mendatang.

Para analis mengatakan perubahan tersebut, termasuk dipindahkannya sekutu-sekutu Zuma ke kementrian yang kurang penting, memperlihatkan Ramaphosa yang sedang berada di posisi berbahaya menyeimbangkan faksi ANC.

"Pemberhentian banyak bad apples dari kepresidenan Zuma oleh Ramaphosa sangatlah baik, tapi memberikan posisi wakil presiden kepada Mabuza menunjukkan bahwa ia harus berkompromi," kaa pengamat politik dan mantan anggota parlemen Melanie Verwoerd, seperti dilansir AFP.

Pengamat ekonomi Afrika di Standard Chartered, Razia Khan, mengatakan bahwa kabinet Ramaphosa adalah sebuah percampuran yang bakal ditanggapi positif oleh pasar.

"Pasar akan bereaksi positif terhadap penunjukan Nene sebagai menteri keuangan dan Gordhan sebagai menteri perusahaan publik. Mereka dipandang sebagai tokoh kunci dalam portofolio utama di mana banyak hal harus diperbaiki. Secara keseluruhan, ini adalah perpaduan antara tuntutan kebijakan utama, kesatuan partai, dan daya tarik bagi basis pemilih tradisional ANC," katanya.






Credit  cnnindonesia.com