Selasa, 27 Februari 2018

China Dikritik soal Wacana Xi Jinping Berkuasa Seumur Hidup


China Dikritik soal Wacana Xi Jinping Berkuasa Seumur Hidup
Presiden China Xi Jinping bisa berkuasa tanpa batas waktu juga amandemen konstitusi yang diajukan Partai Komunis diloloskan. (REUTERS/Jason Lee)



Jakarta, CB -- Rencana China yang memungkinkan Presiden Xi Jinping menjabat tanpa batas waktu memicu pertentangan di media sosial. Negara tersebut dibandingkan dengan tetangganya, Korea Utara, yang dipimpin oleh dinasti penguasa.

Reaksi di dunia maya langsung ditanggapi serangkaian propaganda pada Senin (26/2), disertai pemblokiran artikel dan penerbitan tulisan-tulisan yang memuji Partai Komunis.

Partai penguasa itu mengajukan penghapusan pasal konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hingga dua periode. Artinya, Xi yang juga mengepalai partai dan militer China, bisa jadi tidak perlu turun jabatan meski sudah dua kali memimpin negara tersebut.


Pengajuan itu akan diloloskan oleh para delegasi partai dalam rapat tahunan parlemen China, bulan depan. Wacana tersebut jadi satu di antara paket amandemen konstitusi yang diajukan.

Pikiran Xi, yang sebelumnya telah dicantumkan dalam konstitusi partai, kini akan diabadikan dalam konstitusi negara lewat amandemen ini. Selain itu, Partai Komunis juga akan menentukan kerangka badan super anti-korupsi dan memperkuat kekuasaan.

Namun, tampaknya Partai Komunis mesti meyakinkan warga bahwa amandemen itu tidak akan memberikan Xi terlalu banyak kekuasaan, meski popularitas Presiden masih sangat tinggi berkat upayanya memberantas korupsi.

"Argh, kita akan jadi Korea Utara," kata seorang pengguna Weibo, media sosial populer di China. Korut telah dikuasai oleh dinasti Kim sejak akhir 1940-an, sejak Kim Il-sung mendirikan negara tersebut.

"Kita akan mengikuti contoh negara tetangga," kata seorang pengguna lainnya, sebagaimana dikutip Reuters.

Surat kabar pemerintah, Global Times, dalam artikel editorialnya menyatakan perubahan itu tidak berarti Xi bakal menjabat sebagai presiden untuk selamanya. Walau demikian, artikel itu tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

"Sejak reformasi dan membuka diri, China, dipimpin Partai Komunis, telah sukses menyelesaikan dan akan terus secara efektif menyelesaikan masalah partai dan pergantian kepemimpinan nasional secara taat hukum," bunyi artikel itu, merujuk pada reformasi empat dekade lalu.
Kekuatan Xi Jinping semakin kuat jika konstitusi China diamandemen.
Kekuatan Xi Jinping semakin kuat jika konstitusi China diamandemen. (REUTERS/Jason Lee)
Surat kabar resmi partai, People's Daily, mencetak ulang artikel panjang kantor berita Xinhua yang menyebut kebanyakan orang mendukung amandemen konstitusional tersebut, mengutip sejumlah orang yang menyuarakan dukungan.

"Sebagian besar pejabat dan massa mengatakan mereka berharap reformasi konstitusional ini diloloskan," bunyi artikel itu, dikutip Reuters.

Akun WeChat People's Daily, setelah mengunggah serangkaian komentar positif pada artikelnya, kemudian mematikan kolom komentarnya pada Minggu malam. Kolom itu diaktifkan kembali pada Senin, lengkap dengan pernyataan-pernyataan memuji partai.

Edisi internasional akun WeChat surat kabar tersebut sepenuhnya menghilangkan artikel yang berfokus pada batas masa jabatan, menggantikannya dengan laporan Xinhua yang merangkum seluruh proposal amandemen.




Credit  cnnindonesia.com