Senin, 19 Februari 2018

PM Polandia Sebut Yahudi juga Pelaku Holocaust, Netanyahu Kecam




PM Polandia Sebut Yahudi juga Pelaku Holocaust, Netanyahu Kecam
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. REUTERS

CB, Jakarta - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam pernyataan Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, yang mengatakan orang Yahudi juga bertanggung jawab atas tragedi Holocaust.
"Pernyataan Perdana Menteri Polandia di Munich sangat memalukan," kata Netanyahu, yang juga mengikuti acara konferensi keamanan sama di Munich. "Ada masalah di sini soal ketidakmampuan memahami sejarah dan kurangnya kepekaan terhadap tragedi rakyat kita. Saya ingin segera berbicara dengannya."

Seorang pria menyalakan lilin di Tembok Peringatan Korban yang bertuliskan nama korban selama sebuah peringatan yang menandai Hari Peringatan Holocaust Internasional di Pusat Peringatan Holocaust di Budapest, Hungaria, 26 Januari 2018. AP

 
Seperti dilansir Times of Israel pada Sabtu, 17 Februari 2018, pernyataan kontroversial Morawiecki itu disampaikan saat konferensi pers di sela sela kegiatan Munich Security Conference di Jerman. Dia mengatakan peristiwa Holocaust juga didalangi oleh oknum dari Polandia, Yahudi, Rusia, Ukraina, bukan hanya Nazi Jerman.

Seperti dilansir Reuters, Morawiecki menjawab pertanyaan dari seorang jurnalis apakah jurnalis ini akan dipenjara di Polandia jika bercerita bahwa ibunya selamat dari Holocaust dan ada pelakunya yang merupakan orang Polandia.
Menanggapi ini, Morawiecki mengatakan,"Tentu saja tidak akan dihukum atau dianggap sebagai kriminal kalau mengatakan ada pelakunya orang Polandia, seperti juga ada pelakunya yang orang Yahudi, orang Rusia, Orang Ukraina, tidak hanya orang Jerman pelakunya."
Kecaman baru Netanyahu itu muncul beberapa pekan setelah Warsawa mendapat kritik atas Undang-Undang Holocaust yang baru disahkan.
Polandia mengeluarkan sebuah undang-undang pada bulan ini, yang isinya menjatuhkan hukuman penjara kepada setiap orang yang mengatakan negara itu terlibat dalam peristiwa Holocaust. UU ini memicu kecaman Israel dan Amerika Serikat.
Pejabat lain di Israel, yang merasa khawatir dengan undang-undang baru Polandia ini, juga menentang komentar Morawiecki tadi.

"Pernyataan Perdana Menteri Polandia itu merupakan bentuk anti-Semitisme. Yahudi tidak akan membiarkan orang-orang yang dibunuh disalahkan atas pembunuhan mereka sendiri, " kata anggota parlemen Israel, Yair Lapid,  di akun Twitter. Dia juga meminta duta besar Israel ke Polandia untuk segera dipanggil pulang.
Sekitar 3 juta orang Yahudi yang tinggal di Polandia sebelum perang dibunuh oleh pasukan Nazi. Sekitar setengah yang terbunuh tewas dalam Holocaust.
Orang-orang Yahudi dari seluruh benua Eropa dikirim untuk dibunuh di kamp-kamp kematian, yang dibangun dan dioperasikan oleh orang-orang Jerman di Polandia. Polandia merupakan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Eropa pada saat itu, seperti daerah Auschwitz, Treblinka, Belzec dan Sobibor.
Ribuan orang Polandia mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi tetangganya yang Yahudi selama perang. Namun, penelitian yang diterbitkan sejak jatuhnya komunisme pada tahun 1989 menunjukkan bahwa ribuan orang Polandia juga membunuh orang-orang Yahudi atau mencela orang-orang yang menyembunyikan mereka pada penjajah Nazi, menantang narasi nasional bahwa Polandia semata-mata adalah korban.
Menurut angka dari Museum Memorial Holocaust AS, Nazi, yang menginvasi Polandia pada tahun 1939, juga membunuh setidaknya 1,9 juta warga sipil non-Yahudi Polandia. Netanyahu menanggapi pernyataan PM Polandia dengan cepat terkait peristiwa Holocaust.




Credit  tempo.co