Jumat, 30 September 2016

Serangan Udara Hantam Dua Rumah Sakit Terbesar di Aleppo

 
Serangan Udara Hantam Dua Rumah Sakit Terbesar di Aleppo  
Puluhan orang tewas dalam gempuran serangan udara di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak, utamanya sejak militer Suriah mengumumkan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk kembali merebut Aleppo. (Reuters/Abdalrhman Ismail)
 
Jakarta, CB -- Organisasi non-pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangkaian serangan udara yang menghujani wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak menghantam dua rumah sakit terbesar di kota itu, sehingga tak dapat digunakan untuk merawat pasien yang terluka akibat perang.

"Serangan terjadi sekitar pukul 4.00 pagi. Satu pesawat menargetkan kedunya secara langsung," kata Adham Sahloul dari Masyarakat Medis Suriah Amerika (SAMS), yang mendukung kegiatan operasional kedua rumah sakit tersebut.

"Saat ini hanya terdapat enam rumah sakit yang beroperasi setelah rumah sakit M2 dan M10 untuk sementara tak bisa digunakan," ujarnya, dikutip dari AFP, Rabu (28/9).

Sahloul memaparkan bahwa kedua rumah sakit memiliki unit ICU dan penanggulangan trauma akibat pertempuran yang berlangsung di Suriah. Ia menyebut serangan itu "disengaja" dan kedua rumah sakit itu sudah ditargetkan dalam sejumlah serangan udara sebelumnya.

Belum jelas apakah serangan udara tersebut diluncurkan oleh militer Suriah atau Rusia, karena keduanya meluncurkan serangkaian serangan udara untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak, utamanya sejak gencatan senjata berakhir dua pekan lalu.

Hujan bom menghantam pembangkit yang menyuplai pasokan listrik untuk rumah sakit yang disebut M10, rumah sakit yang lebih besar. Sementara di M2, seorang sopir ambulans, perawat dan akuntan rumah sakit itu terluka akibat serangan udara.

"Dua pasien tewas. Kami masih menyelidiki apakah pasien meninggal karena terkena serangan udara secara langsung, atau karena perawatan medis kepada mereka terhenti [akibat gempuran bom]," ujar Sahloul.

Sahloul juga memperingatkan kemungkinan fasilitas medis itu dapat luluh lantak jika serangan udara terjadi lagi.

"Dengan dua rumah sakit tak dapat beroperasi, dan jika hari ini akan terdapat gempuran serangan udara seperti pada Sabtu atau Minggu lalu, maka ini sama seperti menandatangani surat kematian untuk seluruh warga," ujarnya.

Puluhan orang tewas dalam gempuran serangan udara di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak, utamanya sejak militer Suriah mengumumkan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk kembali merebut Aleppo pada Kamis (22/9) lalu.

Berbagai kelompok pemerhati HAM menuding pasukan Suriah dan Rusia secara sengaja menargetkan fasilitas medis maupun rumah sakit. Amnesty International pada awal tahun ini menuduh kedua negara sekutu ini sengaja "menyapu bersih rumah sakit, sebagai bagian dari strategi militer mereka."




Credit  CNN Indonesia