Kamis, 29 September 2016

Sekjen PBB: Aleppo Lebih Buruk ketimbang Rumah Jagal


 
Sekjen PBB: Aleppo Lebih Buruk ketimbang Rumah Jagal
Bocah di Aleppo, Suriah, korban bom barel diselamatkan para aktivis. | (REUTERS/Hosam Katan)
 
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon, mengatakan, situasi di Aleppo, Suriah lebih buruk daripada rumah penjagalan hewan. Komentar keras Ban Ki-moon ini muncul setelah banyak rumah sakit di Aleppo dibom pada hari Rabu kemarin.

Ban Ki-moon enggan menyebut pelaku pengeboman di Aleppo. Sedangkan Amerika Serikat (AS) menyalahkan Rusia dan rezim Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan besar-besaran di Aleppo.

”Mereka menggunakan senjata yang lebih merusak, yang mereka tahu persis atas apa yang mereka lakukan,” kata Ban Ki-moon.

”Mereka tahu bahwa mereka melakukan kejahatan perang. Bayangkan sebuah kehancuran. Orang dengan anggota badan mereka tertiup angin, anak-anak kesakitan tanpa bantuan. Bayangkan rumah jagal. Ini lebih buruk. Bahkan rumah jagal lebih manusiawi,” lanjut Ban Ki-moon.

AS Ancam Rusia

Sementara itu, AS mengancam akan memutuskan diskusi dengan Rusia soal krisis Suriah jika pengeboman di Aleppo tidak berhenti. Ancaman itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS; John Kerry, kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Kerry mengatakan bahwa Rusia bertanggung jawab atas penggunaan bom pembakar yang dikenal sebagai "bunker busters". Bom itu dilaporkan telah menewaskan banyak keluarga di Aleppo, karena mereka ditampung di ruang bawah tanah.

Juru bicara Kerry, John Kirby, mengatakan bahwa perjanjian bilateral dengan Rusia soal krisis Suriah akan berada di bawah ancaman. ”Kecuali Rusia mengambil langkah segera untuk mengakhiri serangan di Aleppo,” kata Kirby, seperti dikutip dari IB Times, Kamis (29/9/2016).

Rumah sakit M2 dan M10—nama kode kota yang diberikan oleh dokter untuk mengaburkan lokasi mereka—menurut  The Guardian  terkena serangan bom udara dan artileri selama pukul 04.00-10.00 waktu setempat, kemarin.

Adiministrator rumah sakit M2, Mohamad Zain Khandaka, mengatakan kepada Middle East Eye, bahwa sekitar 20 orang tewas dan 90 lainnya terjebak setelah serangan bom menghantam rumah sakit. Serangan terjadi saat pasien dan staf rumah sakit antre untuk mendapatkan roti di toko roti terdekat.

”Perbaikan dibuat untuk rumah sakit M2 dalam beberapa hari terakhir sekali lagi hancur,” kata Khandaka.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh UNICEF, 96 anak tewas dan 223 luka-luka di Aleppo timur sejak Jumat (23/9/2016). Selain itu, sekitar 100.000 anak termasuk di antara 250.000 penduduk yang terkepung di Aleppo.

”Anak-anak dari Aleppo terjebak dalam mimpi buruk,” kata Deputi Eksekutif UNICEF, Justin Forsyth. "Tidak ada kata-kata yang tersisa untuk menggambarkan penderitaan yang mereka alami.”



Credit  Sindonews