Selasa, 27 September 2016

Presiden Perancis Konfirmasi Penutupan Kamp Imigran di Calais

 
Presiden Perancis Konfirmasi Penutupan Kamp Imigran di Calais  
Calais, atau yang disebut juga kamp hutan, merupakan wilayah di Perancis yang berbatasan dengan Inggris. Sekitar 10 ribu imigran, berasal dari negara berkonflik seperti Irak, Suriah dan Afghanistan. (Reuters/Pascal Rossignol)
 
Jakarta, CB -- Presiden Perancis Francois Hollande mengumumkan bahwa kamp imigran Calais akan ditutup pada akhir tahun dan menyerukan London untuk membantu mengatasi arus imigran yang memenuhi kamp itu demi mimpi mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Inggris.

Calais, atau yang disebut juga kamp "Hutan", merupakan wilayah di Perancis yang berbatasan dengan Inggris. Sekitar 10 ribu imigran, berasal dari negara berkonflik seperti Irak, Suriah dan Afghanistan yang berusaha memasuki Inggris terlantar di sejumlah kamp pengungsian di sana, sementara pemerintah Inggris menutup perbatasannya.

"Situasi ini tidak dapat diterima dan semua orang di sini tahu itu," kata Hollande dalam kunjungannya ke kota pelabuhan di wilaya utara itu, Senin (27/9).

"Kami harus membongkar kamp ini secara menyeluruh," ujar Hollande, dikutip dari Reuters.

Perancis berencana untuk merelokasi para migran dalam sejumlah kelompok kecil yang akan ditempatkan di penjuru negara itu. Namun, rencana ini mendapat penentangan keras dari oposisi sayap kanan, yang menilai bahwa para imigran yang terlantar di Calais adalah masalah Inggris, bukan Perancis.

Sementara, pemerintah Inggris sendiri menilai bahwa imigran yang ingin mencari suaka harus mengikuti hukum Uni Eropa, yakni mendaftar pengajuan suaka di negara pertama yang mereka masuki.

Permasalahan imigrasi merupakan salah satu faktor pendorong utama warga Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa melalui referendum tahun ini. Isu imigrasi juga akan menjadi itu utama menjelang pemilihan umum presiden Perancis pada April mendatang.

Jika Perancis menghentikan upaya untuk menampung imigran di perbatasan, maka masalah imigrasi itu mau tak mau harus ditangani Inggris. Oleh karena itu, Hollande secara terus terang mengingatkan Inggris untuk menepati perjanjian pada pengelolaan aliran migran antara Inggris dan Perancis.

"Saya juga ingin menyatakan kembali tekad saya bahwa pemerintah Inggris [harus] memainkan peran mereka dalam upaya kemanusiaan yang dilakukan Perancis, dan mereka harus terus melakukan hal itu di masa depan," ujar Hollande.

London dan Paris telah menyepakati sejumlah kerja sama imigrasi, seperti pembangunan tembok raksasa dari pelabuhan di Calais dalam upaya menyetop arus imigran yang datang hampir setiap hari menuju Inggris.

"Apa yang terjadi di [kamp] 'Hutan' pada akhirnya merupakan masalah bagi otoritas Perancis, terserah kepada mereka apa yang akan dilakukan di sana," ujar juru bicara pemerintah Inggris.

"Posisi kami sangat jelas: kami tetap berkomitmen untuk melindungi perbatasan bersama yang kita miliki di Calais. Kerja sama kami dengan Perancis untuk menjaga keamanan perbatasan akan terus berlangsung, terlepas dari apa pun terjadi di kamp 'Hutan'," ujarnya.





Credit  CNN Indonesia