Senin, 11 Juni 2018

Penasihat Trump: PM Kanada Layak Dapat Tempat Spesial di Neraka



Penasihat Trump: PM Kanada Layak Dapat Tempat Spesial di Neraka
Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau. Foto/REUTERS


WASHINGTON - Penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk perdagangan, Peter Navarro, melontarkan hinaan keras terhadap Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau. Navarro mengatakan, PM Trudeau layak mendapat tempat spesial di nereka.

Serangan verbal itu muncul setelah pemimpin Kanada mengancam akan membalas dendam atas pengenaan tarif perdagangan oleh pemerintah Trump. Ancaman muncul setelah pemimpin Amerika tersebut meninggalkan forum G7 di Kanada.

Padahal, dalam konferensi pers bersama kedua pemimpin terlihat akrab meski ada masalah dalam "perang dagang". Navarro menyebut PM Trudeau sebagai pemimpin lemah dan tidak jujur.

"Ada tempat spesial di neraka bagi setiap pemimpin asing yang terlibat dalam diplomasi itikad buruk dengan Presiden Donald John Trump dan kemudian mencoba untuk menikamnya di belakang di jalan keluar," kata Navarro dalam acara Fox News Sunday, yang dilansir Senin (11/6/2018).

"Dan itulah kepercayaan yang buruk, yang dilakukan Justin Trudeau dengan akrobat konferensi pers itu. Itulah yang lemah, Justin Trudeau yang tidak jujur, dan itu datang langsung dari Air Force One," lanjut Navarro mengacu pada reaksi Trump yang berada di pesawat kepresidenan Air Force One.

Tak lama setelah Trump meninggalkan KTT G7, Trudeau mengatakan bahwa Kanada akan memberlakukan langkah-langkah balas dendam untuk menjawab pemberlakukan kenaikan tarif dagang oleh Trump. Dia menegaskan bahwa negaranya tidak akan tertekan.

"Saya akan selalu melindungi pekerja Kanada dan kepentingan Kanada," kata Trudeau.

Komentar dari Trudeau itu memicu Trump kemarahan Trump di Twitter. Pemimpin Gedung Putih tersebut mengancam tidak akan mendukung komunike G7.

Larry Kudlow, penasihat ekonomi Trump, mengatakan bahwa komentar Trudeau merupakan pengkhianatan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan bahwa dia bersyukur dan tidak bertanggung jawab untuk menjelaskan alasan di balik komentar yang dibuat oleh para pejabat pemerintah asing.

Perseteruan kedua negara yang sejatinya sekutu di keanggotaan NATO ini bermula dari pengenaan tarif tinggi untuk perdagangan baja dan aluminium Kanada oleh pemerintah Trump. Pemerintah Trudeau menganggap tindakan AS ilegal dan tidak adil.

"Kanada sangat jelas," kata Freeland. "Kami sangat terukur. Kami menggunakan argumen berdasarkan fakta," ujarnya, seperti dikutip CNN.

Freeland mengatakan, "Tarif dari AS dengan alasan keamanan nasional tidak masuk akal dan terang-terangan menghina Kanada, sekutu paling dekat dan paling kuat yang dimiliki Amerika Serikat. Kita tidak dapat mengajukan ancaman keamanan ke Amerika Serikat, dan saya tahu bahwa orang Amerika memahami itu. Jadi, di situlah penghinaan itu berada." 

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk via Twitter mendukung PM Trudeau dengan menggunakan frase "tempat sepesial di neraka" oleh Navarro.

"Ada tempat khusus di surga untuk @JustinTrudeau. Kanada, terima kasih untuk KTT G7 yang sempurna!," tulis Tusk di Twitter.






Credit  sindonews.com