Senin, 04 September 2017

Jenderal AS: Kami Akan Bunuh al-Baghdadi


Jenderal AS: Kami Akan Bunuh al-Baghdadi 
Pria yang diyakini sebagai Abu Bakr al-Baghdadi. Pemimpin ISIS ini dikabarkan tewas karena serangan udara Rusia. (REUTERS/Social Media Website via Reuters TV)


Jakarta, CB -- Pemimpin kelompok teror ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, diyakini masih hidup dan saat ini bersembunyi di lembah sungai Efrat, demikian dinyatakan jenderal Amerika Serikat yang memimpin koalisi perlawanan pada ISIS di Irak dan Suriah, Stephen Townsend.

"Kami mencarinya setiap hari. Saya kira ia belum mati," ujar Townsend yang berpangkat Letnan Jenderal, lewat konferensi pers jarak jauh.

Townsend mengakui tak mengetahui lokasi pasti persembunyian al-Baghdadi, tapi meyakini bahwa Baghdadi kabur bersama banyak pejuang ISIS lainnya ke area Efrat Tengah yang membentang dari Suriah hingga ke Irak.


Para pejuang ISIS ini kabur setelah pasukan keamanan merebut benteng pertahanan ISIS di kota Mosul, Raqa, dan Tal Afar.

"Persembuyian terakhir ISIS akan berada di lembah sungai Efrat," kata Townsend.

"Ketika kami menemukan dia, saya kira kami akan langsung coba membunuhnya. Saya kira upaya besar untuk menangkapnya hidup-hidup tidak sebanding."

Selama enam tahun terakhir, Baghdadi telah berkali-kali sukses menghindari upaya pembunuhan. Pemerintah AS sendiri menyediakan US$25 juta bagi mereka yang bisa membunuh pria asal Irak tersebut.   


Dalam beberapa bulan terakhir, Baghdadi pernah diberitakan tewas dalam pertempuran. Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, pada pertengahan Juni lalu menyebut sudah mendapat kabar dari pemimpin ISIS di Provinsi Deir Ezzor, Suriah, bahwa Baghdadi tewas.

Pasukan Rusia juga menyatakan sedang mencari bukti verifikasi bahwa Baghdadi terbunuh dalam serangan udara yang dilancarkan Rusia pada Mei lalu.

"Saya belum melihat bukti, laporan intelejen, atau kabar atau rumor meyakinkan bahwa dia sudah mati... Dalam laporan intelejen kami, ada beberapa indikasi lain bahwa dia masih hidup," kata Townsend.





Credit  cnnindonesia.com